Yang Terbaru

MELACAK SEJARAH BIOSKOP DI BLITAR RAYA

Saat ini hanya ada 1 kompleks bioskop komersil yang ada di Blitar yakni CGV di Blitar Town Square. Selain itu hanya ada bioskop-bioskopan seperti yang dibikin oleh Nanocinema Wlingiwood. Namun sebenarnya pada tahun 70 hingga 80an, Blitar pernah semarak dengan wahana menonton film baik yang berupa bioskop atau layar tancap. Tak hanya di pusat kotanya namun juga di pelosoknya. Saat itu Blitar masih belum dipisah jadi Kota dan Kabupaten.

Catatan: Foto-foto berikut didapat secara anonim dari internet. Jika anda pemilik foto tersebut, kami mohon ijinnya untuk memasang.






Dari penelusuran jejak di media sosial dan diramu dengan ingatan masa kecil, inilah yang kami temukan. Berikut ini daftar bioskop yang pernah beroperasi di Blitar Raya.


KAWI

Terletak di Simpang Kawi, tepatnya di pojokan sisi timur dan utara. Ada yang bilang konon merupakan bioskop tertua di Blitar. Setelah tutup jadi lahan terbengkalai.


DIPAYANA

Terletak di jalan Merdeka Blitar. Merupakan bioskop paling populer di Kota Blitar. Kemudian hari lokasinya menjadi Bentar Swalayan yang kemudian jadi Blitar Town Square..


IRAMA

Terletak di jalan Mastrip. Termasuk kategori bioskop yang murah meriah terutama saat program “student show” setiap sabtu dan minggu sore. HTM saat itu seharga 500 rupiah. Sekarang lokasinya menjadi Hotel Patria.


CEPAKA

Terletak di jalan Cepaka Blitar. Harganya lebih murah dari yang lain namun kursinya banyak yang rusak. Lokasi ini kemudian menjadi Gereja Tiberias.


KARTIKA 21

Terletak di jalan Cepaka juga. Pada masanya merupakan gedung bioskop yang cukup elit di Blitar. Kartika 21 adalah bioskop yang terakhir tutup. Lokasi saat ini menjadi Bank BCA Blitar.


AMPERA

Sebenarnya ini nama perusahaan bioskop keliling yang menyewa gedung balai pertemuan Beru Wlingi. Beroperasi periodik terutama musim liburan. Setelah masa sewa habis mereka akan pindah ke tempat lain yang berprospek.


BIOSKOP MAJEKAN WLINGI

Tidak ingat apa nama bioskopnya. Pendowo? Pandowo? Saya tidak yakin. Bioskop ini terletak di Jalan Raya Tangkil, Majekan Wlingi. Beroperasi tahun 70-80an kemudian tutup. Sekarang jadi toko oleh-oleh khas Blitar.


BIOSKOP BABADAN WLINGI

Terletak di daerah Gurit, Babadan Wlingi dekat lokasi prasasti. Masa kecil saya pernah nonton di sini, duduk di balkon atas tempat projectionist. Bioskop ini beroperasi tahun 80an. Sekarang jadi kantor UPT kelurahan.


Ada yang tahu sejarah bioskop di Blitar atau bahkan punya foto-foto arsip? Boleh deh kontak Wlingiwood biar diarsipkan juga hehehe.


Saat ini hanya ada 1 kompleks bioskop komersil yang ada di Blitar yakni CGV di Blitar Town Square. Selain itu hanya ada bioskop-bioskopan seperti yang dibikin oleh Nanocinema Wlingiwood. Namun sebenarnya pada tahun 70 hingga 80an, Blitar pernah semarak dengan wahana menonton film baik yang berupa bioskop atau layar tancap. Tak hanya di pusat kotanya namun juga di pelosoknya. Saat itu Blitar masih belum dipisah jadi Kota dan Kabupaten.

Catatan: Foto-foto berikut didapat secara anonim dari internet. Jika anda pemilik foto tersebut, kami mohon ijinnya untuk memasang.






Dari penelusuran jejak di media sosial dan diramu dengan ingatan masa kecil, inilah yang kami temukan. Berikut ini daftar bioskop yang pernah beroperasi di Blitar Raya.


KAWI

Terletak di Simpang Kawi, tepatnya di pojokan sisi timur dan utara. Ada yang bilang konon merupakan bioskop tertua di Blitar. Setelah tutup jadi lahan terbengkalai.


DIPAYANA

Terletak di jalan Merdeka Blitar. Merupakan bioskop paling populer di Kota Blitar. Kemudian hari lokasinya menjadi Bentar Swalayan yang kemudian jadi Blitar Town Square..


IRAMA

Terletak di jalan Mastrip. Termasuk kategori bioskop yang murah meriah terutama saat program “student show” setiap sabtu dan minggu sore. HTM saat itu seharga 500 rupiah. Sekarang lokasinya menjadi Hotel Patria.


CEPAKA

Terletak di jalan Cepaka Blitar. Harganya lebih murah dari yang lain namun kursinya banyak yang rusak. Lokasi ini kemudian menjadi Gereja Tiberias.


KARTIKA 21

Terletak di jalan Cepaka juga. Pada masanya merupakan gedung bioskop yang cukup elit di Blitar. Kartika 21 adalah bioskop yang terakhir tutup. Lokasi saat ini menjadi Bank BCA Blitar.


AMPERA

Sebenarnya ini nama perusahaan bioskop keliling yang menyewa gedung balai pertemuan Beru Wlingi. Beroperasi periodik terutama musim liburan. Setelah masa sewa habis mereka akan pindah ke tempat lain yang berprospek.


BIOSKOP MAJEKAN WLINGI

Tidak ingat apa nama bioskopnya. Pendowo? Pandowo? Saya tidak yakin. Bioskop ini terletak di Jalan Raya Tangkil, Majekan Wlingi. Beroperasi tahun 70-80an kemudian tutup. Sekarang jadi toko oleh-oleh khas Blitar.


BIOSKOP BABADAN WLINGI

Terletak di daerah Gurit, Babadan Wlingi dekat lokasi prasasti. Masa kecil saya pernah nonton di sini, duduk di balkon atas tempat projectionist. Bioskop ini beroperasi tahun 80an. Sekarang jadi kantor UPT kelurahan.


Ada yang tahu sejarah bioskop di Blitar atau bahkan punya foto-foto arsip? Boleh deh kontak Wlingiwood biar diarsipkan juga hehehe.


Baca

DAFTAR PEMENANG EUROPE ON SCREEN SHORT FILM PITCHING PROJECT 2018 - 2023


2018


I Lasagna (Adi Victory & Daniel Victory)

II Bangkis (Seren Trihardja & Meta Mediana)

III The Great Secret Show (Marky Jahja Ali & Tri Tomi Yulio) 


2019


I Kisah Para Pencuri (Erlangga Fauzan & Eleonora A Yunita)

II Forget the Bomb in the Backyard, We’re Fine! (Lerryant Krisdy G.B & Fauzan Fadliansyah)

III Nebeng (Bodies on the Road) (M. Faisal Hibatullah & Arya Bima Perkasa)


2020


I Ghulam (Nashiru Setiawan) - Malang

II Tour de Serpong (Steven Vicky S) - Tangerang

III Kepada Istriku (Marta, I’m Home) (Patrick Warmanda) - Jakarta


2021


I Bibir Merah Siapa yang Punya (Haris Supiandi & Pawadi) - Pontianak

II Catch to Release (Andrew Kose & Evi Cecilia) - Jakarta

III Riwayat Ceti (What Ceti Does) (Azalia Muchransyah & Adhi Anugroho) - Bogor


2022


I Sing, Bee, Sing! (Gin Teguh) - Magelang

II Passing (Gisela Levy) - Jakarta 

III Make a Wish (Adventio Diyar) - Surakarta 


2023


I Tinah Buys Cigarette (Gugun Arief) - Wlingi

II Firman Firman (Kurnia Alexander & Rayner Wijaya) - Jakarta

III How To Be A Man (William Karko & Sukhadharmi Padmalauwaty) - Tangerang


2018


I Lasagna (Adi Victory & Daniel Victory)

II Bangkis (Seren Trihardja & Meta Mediana)

III The Great Secret Show (Marky Jahja Ali & Tri Tomi Yulio) 


2019


I Kisah Para Pencuri (Erlangga Fauzan & Eleonora A Yunita)

II Forget the Bomb in the Backyard, We’re Fine! (Lerryant Krisdy G.B & Fauzan Fadliansyah)

III Nebeng (Bodies on the Road) (M. Faisal Hibatullah & Arya Bima Perkasa)


2020


I Ghulam (Nashiru Setiawan) - Malang

II Tour de Serpong (Steven Vicky S) - Tangerang

III Kepada Istriku (Marta, I’m Home) (Patrick Warmanda) - Jakarta


2021


I Bibir Merah Siapa yang Punya (Haris Supiandi & Pawadi) - Pontianak

II Catch to Release (Andrew Kose & Evi Cecilia) - Jakarta

III Riwayat Ceti (What Ceti Does) (Azalia Muchransyah & Adhi Anugroho) - Bogor


2022


I Sing, Bee, Sing! (Gin Teguh) - Magelang

II Passing (Gisela Levy) - Jakarta 

III Make a Wish (Adventio Diyar) - Surakarta 


2023


I Tinah Buys Cigarette (Gugun Arief) - Wlingi

II Firman Firman (Kurnia Alexander & Rayner Wijaya) - Jakarta

III How To Be A Man (William Karko & Sukhadharmi Padmalauwaty) - Tangerang

Baca

BIOSKOP NANOCINEMA

Publikasi acara Bioskop Nanocinema perdana.


 Nanocinema adalah salah satu program komunitas Wlingiwood yang sudah ada sejak 2020. Sebelumnya program ini diadakan secara insidental dengan menumpang ruang kelas. Kemudian baru pada 1 April 2023, Nanocinema menempati lokasi yang relatif tetap yakni di Ngglanuk Spot di daerah Talun. Program ini didukung oleh 3 badan yakni Tantjapan Dadakan (kegiatan pemutaran keliling yang diinisiasi Betet Kunamsinam), Javora Institute (pusat pengembangan perfilman milik Gugun Arief) dan Ngglanuk Spot milik pasangan Barek - Yuming yang merupakan fasilitator lokasi. Nama Nanocinema kemudian diresmikan menjadi Bioskop Nanocinema.

Disain interior awal.



Nanocinema pada awal diselenggarakan.


Menurut Gugun Arief, inisiator Nanocinema, tujuan penyelenggaraan ruang putar alternatif ini adalah untuk menjaga konsistensi kegiatan film di pelosok semacam kabupaten Blitar. Setiap bulan Bioskop Nanocinema menggelar pemutaran yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Tahun ini, program ini sudah genap berusia satu tahun dan terus dikembangkan lewat inovasi dan kolaborasi. Infformasi yang terus update bisa ditemukan di instagram resmi Bioskop Nanocinema. 

Publikasi acara Bioskop Nanocinema perdana.


 Nanocinema adalah salah satu program komunitas Wlingiwood yang sudah ada sejak 2020. Sebelumnya program ini diadakan secara insidental dengan menumpang ruang kelas. Kemudian baru pada 1 April 2023, Nanocinema menempati lokasi yang relatif tetap yakni di Ngglanuk Spot di daerah Talun. Program ini didukung oleh 3 badan yakni Tantjapan Dadakan (kegiatan pemutaran keliling yang diinisiasi Betet Kunamsinam), Javora Institute (pusat pengembangan perfilman milik Gugun Arief) dan Ngglanuk Spot milik pasangan Barek - Yuming yang merupakan fasilitator lokasi. Nama Nanocinema kemudian diresmikan menjadi Bioskop Nanocinema.

Disain interior awal.



Nanocinema pada awal diselenggarakan.


Menurut Gugun Arief, inisiator Nanocinema, tujuan penyelenggaraan ruang putar alternatif ini adalah untuk menjaga konsistensi kegiatan film di pelosok semacam kabupaten Blitar. Setiap bulan Bioskop Nanocinema menggelar pemutaran yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Tahun ini, program ini sudah genap berusia satu tahun dan terus dikembangkan lewat inovasi dan kolaborasi. Infformasi yang terus update bisa ditemukan di instagram resmi Bioskop Nanocinema. 
Baca

KOORDINATOR UMUM WLINGIWOOD 2024 - 2028

Ikbal Trihatmojo mengawali kiprah perfilmannya sejak tahun 2019 lewat kegiatan ekskul di sekolahnya di mana ia menjadi ketuanya. Kemudian Ikbal juga aktif di Wlingiwood dan mengikuti beberapa produksi. Memasuki kuliah, Ikbal juga aktif di kegiatan film kampusnya. Sesekali ia mengikuti produksi di Wlingiwood.

Selamat, Mas Ikbal!



Ikbal Trihatmojo mengawali kiprah perfilmannya sejak tahun 2019 lewat kegiatan ekskul di sekolahnya di mana ia menjadi ketuanya. Kemudian Ikbal juga aktif di Wlingiwood dan mengikuti beberapa produksi. Memasuki kuliah, Ikbal juga aktif di kegiatan film kampusnya. Sesekali ia mengikuti produksi di Wlingiwood.

Selamat, Mas Ikbal!



Baca

TINAH BUYS CIGARETTES MENANG DI DUA EVENT!

Tinah Buys Cigarettes adalah proyek film pendek terbaru Javora Studio. Mengisahkan tentang ibu-ibu yang bertarung melawan berandal di atas motor matic, project ini menjadi juara 1 dalam Europe On Screen Short Film Pitching Project 2023 yang diumumkan bulan Juni lalu. Setelah itu ia juga meraih The Project of Imagination pada LOCK x Full Circle Lab 2023 pada September silam. 











Tinah Buys Cigarettes adalah proyek film pendek terbaru Javora Studio. Mengisahkan tentang ibu-ibu yang bertarung melawan berandal di atas motor matic, project ini menjadi juara 1 dalam Europe On Screen Short Film Pitching Project 2023 yang diumumkan bulan Juni lalu. Setelah itu ia juga meraih The Project of Imagination pada LOCK x Full Circle Lab 2023 pada September silam. 











Baca

WLINGIWOOD HADIR DI JAFF KE-17!

Layar lebar JAFF

Wlingiwood ikutan ngeramein Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-17 pada 26 November 2022 kemarin. Ini adalah JAFF offline pertama pasca pandemi. Gugun Arief sebagai sutradara film PECEL KRONIKEL yang merupakan bagian dari PIKNIK PESONA turut diundang hadir. PIKNIK PESONA adalah antologi 10 film pendek karya 10 sutradara visioner Indonesia. Mereka adalah Gugun Arief, Aditya Ahmad, Abe Maia, Wisnu Surya Pratama, Gianni Fajri, Reza Fahriansyah, Anggun Priambodho, Tumpal Tampubolon, Winnie Benjamin dan Ariani Dharmawan.  Film tersebut merupakan produksi bersama Palari Films dan Vision Plus yang menjadi film pembuka JAFF kali ini.

Poster PECEL KRONIKEL berbagi dengan Uma de Raffa karya Abe Maia.

Wlingiwood Selection adalah program baru di Wlingiwood yang bergerak di bidang distribusi.

Tak hanya PIKNIK PESONA, Wlingiwood juga hadir lewat film BOOTLEGGING MY WAY INTO HELL karya Azzam Fi Rullah. Film ini lolos seleksi masuk dalam program Asian Perspective. Film tersebut merupakan kolaborasi dari beberapa kolektif termasuk Wlingiwood. Putera Arrahma, koordinator Wlingiwood saat ini, berperan menjadi produser dan distributor. Ini sekaligus merupakan debut program terbaru Wlingiwood yang diberi nama "Wlingiwood Selection".

Jadwal

PIKNIK PESONA di panggung JAFF

Sebelum mulai diputar

Alexander Matius, programmer JAFF

Oxi Kinansky (astrada Pecel Kronikel), Ronny P. Tjandra, Gugun Arief

Meiske Taurisia (Mbak Dede), Oxi dan Gugun

Masuk katalog

Film yang diproduseri Putera Arrahma, Koordinator Wlingiwood

Ifa Ifansyah, yang punya JAFF

Koyo Yamashita dari Imageforum Jepang, exhibitor dan distributor film eksperimental

Wlingiwood hadir di JAFF!


Layar lebar JAFF

Wlingiwood ikutan ngeramein Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-17 pada 26 November 2022 kemarin. Ini adalah JAFF offline pertama pasca pandemi. Gugun Arief sebagai sutradara film PECEL KRONIKEL yang merupakan bagian dari PIKNIK PESONA turut diundang hadir. PIKNIK PESONA adalah antologi 10 film pendek karya 10 sutradara visioner Indonesia. Mereka adalah Gugun Arief, Aditya Ahmad, Abe Maia, Wisnu Surya Pratama, Gianni Fajri, Reza Fahriansyah, Anggun Priambodho, Tumpal Tampubolon, Winnie Benjamin dan Ariani Dharmawan.  Film tersebut merupakan produksi bersama Palari Films dan Vision Plus yang menjadi film pembuka JAFF kali ini.

Poster PECEL KRONIKEL berbagi dengan Uma de Raffa karya Abe Maia.

Wlingiwood Selection adalah program baru di Wlingiwood yang bergerak di bidang distribusi.

Tak hanya PIKNIK PESONA, Wlingiwood juga hadir lewat film BOOTLEGGING MY WAY INTO HELL karya Azzam Fi Rullah. Film ini lolos seleksi masuk dalam program Asian Perspective. Film tersebut merupakan kolaborasi dari beberapa kolektif termasuk Wlingiwood. Putera Arrahma, koordinator Wlingiwood saat ini, berperan menjadi produser dan distributor. Ini sekaligus merupakan debut program terbaru Wlingiwood yang diberi nama "Wlingiwood Selection".

Jadwal

PIKNIK PESONA di panggung JAFF

Sebelum mulai diputar

Alexander Matius, programmer JAFF

Oxi Kinansky (astrada Pecel Kronikel), Ronny P. Tjandra, Gugun Arief

Meiske Taurisia (Mbak Dede), Oxi dan Gugun

Masuk katalog

Film yang diproduseri Putera Arrahma, Koordinator Wlingiwood

Ifa Ifansyah, yang punya JAFF

Koyo Yamashita dari Imageforum Jepang, exhibitor dan distributor film eksperimental

Wlingiwood hadir di JAFF!


Baca

WLINGIWOOD BERJAYA DI BANDUNG!

 


Prestasi kembali diraih oleh produksi dari Wlingi. Masih dari film ANXIETUS DOMICUPUS yang tahun lalu meraih Piala Maya, kali ini produksi dari Javora Studio ini meraih Penghargaan Gajah Emas pada event Ganesha Film Festival 2022 di Bandung. Semoga kelak para anggota Wlingiwood yang lain juga mengikuti jejak prestasi. Amiiin!



 


Prestasi kembali diraih oleh produksi dari Wlingi. Masih dari film ANXIETUS DOMICUPUS yang tahun lalu meraih Piala Maya, kali ini produksi dari Javora Studio ini meraih Penghargaan Gajah Emas pada event Ganesha Film Festival 2022 di Bandung. Semoga kelak para anggota Wlingiwood yang lain juga mengikuti jejak prestasi. Amiiin!



Baca

FILM DARI WLINGI MENANG PIALA MAYA!


Piala Maya adalah penghargaan film yang diinisiasi, awalnya di internet sejak tahun 2012. Pada 5 desember 2012 untuk pertama kalinya penghargaan ini diselenggarakan secara offline yakni di The Bridge Function Room, Aston Hotel di Taman Rasuna, Kuningan, Jakarta Selatan. Jika Piala Citra FFI diumpamakan sebagai Oscar maka Piala Maya ini konon adalah Golden Globe-nya Indonesia hehehe.


Setelah meraih banyak "sayuran", istilah kami untuk festival laurel (itu lho logo daun untuk pemenang festival film), Anxietus Domicupus mendapat nominasi film cerita pendek terpilih bersama 8 film terbaik lainnya. Tak disangka, film berbau genre space western dan fantasi ini menang pada perhelatan Piala Maya ke-9 yang diumumkan pada 7 Maret 2021 lalu. 


Selain Piala Maya, film Anxietus Domicupus mendapat nominasi dan menjadi official selection di beberapa festival dan screening event. Berikut ini daftar pencapaian award oleh film Anxietus Domicupus:

  • Pemenang Film Cerita Pendek Terpilih Piala Maya ke-9 (2021)
  • Bronze Deer Award di Moviement Film Festival 2020
  • Nominator Film Terbaik, Nominator Sinematografi Terbaik dan Jury Special Mention di Genflix Film Festival 2020
  • Nominator Best Comedy di Hellofest #14 (2020), Indonesia
  • Official Selection, Cinecussion 2020
  • Official Selection, Gulung Tukar 2021
  • Official Selection, Film Musik Makan oleh Kolektif Film 2021

Berikut daftar lengkap pemenang Piala Maya ke-9 tahun 2021:

KATEGORI TEKNIS 

Film Cerita Panjang Terpilih - "Mekah I'm Coming" (Produksi: Dapur Film, MD Pictures, Produser: Hanung Bramantyo) 

Penyutradaraan Terpilih - "The Science of Fictions" (Yosep Anggi Noen) 

Penyutradaraan Berbakat Film Panjang Karya Perdana (Piala Iqbal Rais) - "Mekah I'm Coming" (Jeihan Angga) 

Penulisan Skenario Asli Terpilih - "Mudik" (Adriyanto Dewo) 

Penulisan Skenario Adaptasi Terpilih - "Mekah I'm Coming" (Jeihan Angga) 

Tata Kamera Terpilih - "Abracadabra" (Gandang Warah) 

Tata Artistik Terpilih - "Abracadabra" (Vida Sylvia) 

Tata Musik Terpilih - "Teman Tapi Menikah 2" (Andhika Triyadi) 

Penyuntingan Gambar Terpilih - "Mariposa" (Ryan Purwoko) 

Tata Suara Terpilih - "Asih 2" (Aria Prayogi, Suhadi) 

Tata Efek Khusus Terpilih - "Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2" (Setyo Anggono, Lucas Adhityo, Kholish Abdulhaq) 

Tata Kostum Terpilih - "Abracadabra" (Hagai Pakan) 

Tata Rias Wajah dan Rambut Terpilih - "Abracadabra" (Eba Sheba) 

Desain Poster Terpilih - "The Science of Fictions" (Gandhi Setyawan) 

Lagu Tema Terpilih - "Kemarin" ("Kemarin", Ifan Seventeen) 


KATEGORI PEMERANAN

Aktor Utama Terpilih - Gunawan Maryanto ("The Science of Fictions") 

Aktris Utama Terpilih - Putri Ayudya ("Mudik") 

Aktor Pendukung Terpilih - Totos Rasiti ("Mekah I'm Coming") 

Aktris Pendukung Terpilih - Ria Irawan ("Mekah I'm Coming") 

Aktor Pendatang Baru Terpilih - Junior Roberts ("Mariposa") 

Aktris Pendatang Baru Terpilih (Piala Tuti Indra Malaon)- Arawinda Kirana ("Quarantine Tales") 

Aktor/ Aktris Cilik/ Remaja Terpilih - Yasamin Jasem ("Mangkujiwo) 

Penampilan Singkat Nan Berkesan (Piala Arifin C. Noer) - Adi Kurdi ("Sabar Ini Ujian") 


KATEGORI KOMPETISI

Film Cerita Pendek Terpilih - "Anxietus Domicupus" (Gugun Arief) 

Film Dokumenter Pendek Terpilih - "Cerita Tentang Sinema di Sudut yang Lain" (Hariwi) 

Film Animasi Pendek Terpilih - "Atlas Boy Adventures: Serangan Hantu Abu-Abu" (Merry Wijaya, Natassya Siregar) 

Film Dokumenter Panjang Terpilih - "You & I" (Fanny Chotimah) 

Film Animasi Panjang Terpilih - "Titus: Mystery of the Enigma" (Dineshkumar Subashchandra) 

Film Cerita Panjang Eksibisi Non-Reguler Terpilih - "Istri Orang" (Dirmawan Hatta) 

Video Klip Musik Terpilih (Piala Gitavisi) - "LATHI" by Weird Jenius ft. Sara Fajira (Sutradara: YBRAP & Creamypandaxx)







Piala Maya adalah penghargaan film yang diinisiasi, awalnya di internet sejak tahun 2012. Pada 5 desember 2012 untuk pertama kalinya penghargaan ini diselenggarakan secara offline yakni di The Bridge Function Room, Aston Hotel di Taman Rasuna, Kuningan, Jakarta Selatan. Jika Piala Citra FFI diumpamakan sebagai Oscar maka Piala Maya ini konon adalah Golden Globe-nya Indonesia hehehe.


Setelah meraih banyak "sayuran", istilah kami untuk festival laurel (itu lho logo daun untuk pemenang festival film), Anxietus Domicupus mendapat nominasi film cerita pendek terpilih bersama 8 film terbaik lainnya. Tak disangka, film berbau genre space western dan fantasi ini menang pada perhelatan Piala Maya ke-9 yang diumumkan pada 7 Maret 2021 lalu. 


Selain Piala Maya, film Anxietus Domicupus mendapat nominasi dan menjadi official selection di beberapa festival dan screening event. Berikut ini daftar pencapaian award oleh film Anxietus Domicupus:

  • Pemenang Film Cerita Pendek Terpilih Piala Maya ke-9 (2021)
  • Bronze Deer Award di Moviement Film Festival 2020
  • Nominator Film Terbaik, Nominator Sinematografi Terbaik dan Jury Special Mention di Genflix Film Festival 2020
  • Nominator Best Comedy di Hellofest #14 (2020), Indonesia
  • Official Selection, Cinecussion 2020
  • Official Selection, Gulung Tukar 2021
  • Official Selection, Film Musik Makan oleh Kolektif Film 2021

Berikut daftar lengkap pemenang Piala Maya ke-9 tahun 2021:

KATEGORI TEKNIS 

Film Cerita Panjang Terpilih - "Mekah I'm Coming" (Produksi: Dapur Film, MD Pictures, Produser: Hanung Bramantyo) 

Penyutradaraan Terpilih - "The Science of Fictions" (Yosep Anggi Noen) 

Penyutradaraan Berbakat Film Panjang Karya Perdana (Piala Iqbal Rais) - "Mekah I'm Coming" (Jeihan Angga) 

Penulisan Skenario Asli Terpilih - "Mudik" (Adriyanto Dewo) 

Penulisan Skenario Adaptasi Terpilih - "Mekah I'm Coming" (Jeihan Angga) 

Tata Kamera Terpilih - "Abracadabra" (Gandang Warah) 

Tata Artistik Terpilih - "Abracadabra" (Vida Sylvia) 

Tata Musik Terpilih - "Teman Tapi Menikah 2" (Andhika Triyadi) 

Penyuntingan Gambar Terpilih - "Mariposa" (Ryan Purwoko) 

Tata Suara Terpilih - "Asih 2" (Aria Prayogi, Suhadi) 

Tata Efek Khusus Terpilih - "Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2" (Setyo Anggono, Lucas Adhityo, Kholish Abdulhaq) 

Tata Kostum Terpilih - "Abracadabra" (Hagai Pakan) 

Tata Rias Wajah dan Rambut Terpilih - "Abracadabra" (Eba Sheba) 

Desain Poster Terpilih - "The Science of Fictions" (Gandhi Setyawan) 

Lagu Tema Terpilih - "Kemarin" ("Kemarin", Ifan Seventeen) 


KATEGORI PEMERANAN

Aktor Utama Terpilih - Gunawan Maryanto ("The Science of Fictions") 

Aktris Utama Terpilih - Putri Ayudya ("Mudik") 

Aktor Pendukung Terpilih - Totos Rasiti ("Mekah I'm Coming") 

Aktris Pendukung Terpilih - Ria Irawan ("Mekah I'm Coming") 

Aktor Pendatang Baru Terpilih - Junior Roberts ("Mariposa") 

Aktris Pendatang Baru Terpilih (Piala Tuti Indra Malaon)- Arawinda Kirana ("Quarantine Tales") 

Aktor/ Aktris Cilik/ Remaja Terpilih - Yasamin Jasem ("Mangkujiwo) 

Penampilan Singkat Nan Berkesan (Piala Arifin C. Noer) - Adi Kurdi ("Sabar Ini Ujian") 


KATEGORI KOMPETISI

Film Cerita Pendek Terpilih - "Anxietus Domicupus" (Gugun Arief) 

Film Dokumenter Pendek Terpilih - "Cerita Tentang Sinema di Sudut yang Lain" (Hariwi) 

Film Animasi Pendek Terpilih - "Atlas Boy Adventures: Serangan Hantu Abu-Abu" (Merry Wijaya, Natassya Siregar) 

Film Dokumenter Panjang Terpilih - "You & I" (Fanny Chotimah) 

Film Animasi Panjang Terpilih - "Titus: Mystery of the Enigma" (Dineshkumar Subashchandra) 

Film Cerita Panjang Eksibisi Non-Reguler Terpilih - "Istri Orang" (Dirmawan Hatta) 

Video Klip Musik Terpilih (Piala Gitavisi) - "LATHI" by Weird Jenius ft. Sara Fajira (Sutradara: YBRAP & Creamypandaxx)






Baca

Lagi-lagi Film Bikinan Wlingiwood Premiere Di Jakarta!

Wlingiwood mungkin nama yang belum cukup akrab di kalangan umum meskipun sudah berkiprah selama 7 tahun. Namun nama ini lumayan dikenal di kalangan penonton film independen. Dimulai dengan film Bid & Run (2015), film yang dibikin dalam naungan label Wlingiwood sudah masuk ke beberapa festival film di Indonesia. Hingga artikel ini ditulis, sudah 3 film dari Wlingiwood diputar di bioskop. 

Yang pertama adalah Bid & Run, diputar di bioskop jaringan XXI dan beberapa bioskop kecil beberapa kota di Indonesia dalam rangkaian Festival Sinema Prancis 2015. The Fiction Master dan Domio Instano diputar di CGV Sudirman dalam rangka HelloFest ke-13 tahun 2019. Yang terbaru kali ini adalah JENGLOT REDEMPTION.

Jenglot Redemption akan diputar dua hari dalam rangkaian acara Bulan Film Nasional 2021 yang diselenggarakan oleh Metro Cinema Kemang, sebuah bioskop eksklusif yang memutar film-film alternatif di Jakarta Selatan. Selain Jenglot Redemption juga diputar film-film lain terpilih yang memiliki warna serupa. Kurator untuk acara ini adalah Azzam Fi Rullah, filmmaker genre yang juga menjadi fokus acara ini. 


Jenglot Redemption adalah film pertama yang diproduksi memakai label production house Wlingiwood Filmmakers. Biasanya Wlingiwood Filmmakers dipasang sebagai penanda bahwa film melibatkan anggota komunitas dan atau dibuat di Wlingi oleh komunitas. Kali ini Javora Studio, Tanggal Merah Production dan Hobi Minoritas Film berkolaborasi dalam label Wlingiwood memproduksi film pendek yang disutradarai Paundra Wibatsu ini. 

Paundra Wibatsu memulai debutnya di Wlingiwood dalam film The Fiction Master. Film lain yang juga melibatkannya adalah Anxietus Domicupus (peraih nominasi Piala Maya 2021, Genflix Film Festival, HelloFest ke14 dll.).


Wlingiwood mungkin nama yang belum cukup akrab di kalangan umum meskipun sudah berkiprah selama 7 tahun. Namun nama ini lumayan dikenal di kalangan penonton film independen. Dimulai dengan film Bid & Run (2015), film yang dibikin dalam naungan label Wlingiwood sudah masuk ke beberapa festival film di Indonesia. Hingga artikel ini ditulis, sudah 3 film dari Wlingiwood diputar di bioskop. 

Yang pertama adalah Bid & Run, diputar di bioskop jaringan XXI dan beberapa bioskop kecil beberapa kota di Indonesia dalam rangkaian Festival Sinema Prancis 2015. The Fiction Master dan Domio Instano diputar di CGV Sudirman dalam rangka HelloFest ke-13 tahun 2019. Yang terbaru kali ini adalah JENGLOT REDEMPTION.

Jenglot Redemption akan diputar dua hari dalam rangkaian acara Bulan Film Nasional 2021 yang diselenggarakan oleh Metro Cinema Kemang, sebuah bioskop eksklusif yang memutar film-film alternatif di Jakarta Selatan. Selain Jenglot Redemption juga diputar film-film lain terpilih yang memiliki warna serupa. Kurator untuk acara ini adalah Azzam Fi Rullah, filmmaker genre yang juga menjadi fokus acara ini. 


Jenglot Redemption adalah film pertama yang diproduksi memakai label production house Wlingiwood Filmmakers. Biasanya Wlingiwood Filmmakers dipasang sebagai penanda bahwa film melibatkan anggota komunitas dan atau dibuat di Wlingi oleh komunitas. Kali ini Javora Studio, Tanggal Merah Production dan Hobi Minoritas Film berkolaborasi dalam label Wlingiwood memproduksi film pendek yang disutradarai Paundra Wibatsu ini. 

Paundra Wibatsu memulai debutnya di Wlingiwood dalam film The Fiction Master. Film lain yang juga melibatkannya adalah Anxietus Domicupus (peraih nominasi Piala Maya 2021, Genflix Film Festival, HelloFest ke14 dll.).


Baca
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011.    WLINGIWOOD - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template supported super blog pedia
Proudly powered by Blogger