Yang Terbaru
Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

MELACAK SEJARAH BIOSKOP DI BLITAR RAYA

Saat ini hanya ada 1 kompleks bioskop komersil yang ada di Blitar yakni CGV di Blitar Town Square. Selain itu hanya ada bioskop-bioskopan seperti yang dibikin oleh Nanocinema Wlingiwood. Namun sebenarnya pada tahun 70 hingga 80an, Blitar pernah semarak dengan wahana menonton film baik yang berupa bioskop atau layar tancap. Tak hanya di pusat kotanya namun juga di pelosoknya. Saat itu Blitar masih belum dipisah jadi Kota dan Kabupaten.

Catatan: Foto-foto berikut didapat secara anonim dari internet. Jika anda pemilik foto tersebut, kami mohon ijinnya untuk memasang.






Dari penelusuran jejak di media sosial dan diramu dengan ingatan masa kecil, inilah yang kami temukan. Berikut ini daftar bioskop yang pernah beroperasi di Blitar Raya.


KAWI

Terletak di Simpang Kawi, tepatnya di pojokan sisi timur dan utara. Ada yang bilang konon merupakan bioskop tertua di Blitar. Setelah tutup jadi lahan terbengkalai.


DIPAYANA

Terletak di jalan Merdeka Blitar. Merupakan bioskop paling populer di Kota Blitar. Kemudian hari lokasinya menjadi Bentar Swalayan yang kemudian jadi Blitar Town Square..


IRAMA

Terletak di jalan Mastrip. Termasuk kategori bioskop yang murah meriah terutama saat program “student show” setiap sabtu dan minggu sore. HTM saat itu seharga 500 rupiah. Sekarang lokasinya menjadi Hotel Patria.


CEPAKA

Terletak di jalan Cepaka Blitar. Harganya lebih murah dari yang lain namun kursinya banyak yang rusak. Lokasi ini kemudian menjadi Gereja Tiberias.


KARTIKA 21

Terletak di jalan Cepaka juga. Pada masanya merupakan gedung bioskop yang cukup elit di Blitar. Kartika 21 adalah bioskop yang terakhir tutup. Lokasi saat ini menjadi Bank BCA Blitar.


AMPERA

Sebenarnya ini nama perusahaan bioskop keliling yang menyewa gedung balai pertemuan Beru Wlingi. Beroperasi periodik terutama musim liburan. Setelah masa sewa habis mereka akan pindah ke tempat lain yang berprospek.


BIOSKOP MAJEKAN WLINGI

Tidak ingat apa nama bioskopnya. Pendowo? Pandowo? Saya tidak yakin. Bioskop ini terletak di Jalan Raya Tangkil, Majekan Wlingi. Beroperasi tahun 70-80an kemudian tutup. Sekarang jadi toko oleh-oleh khas Blitar.


BIOSKOP BABADAN WLINGI

Terletak di daerah Gurit, Babadan Wlingi dekat lokasi prasasti. Masa kecil saya pernah nonton di sini, duduk di balkon atas tempat projectionist. Bioskop ini beroperasi tahun 80an. Sekarang jadi kantor UPT kelurahan.


Ada yang tahu sejarah bioskop di Blitar atau bahkan punya foto-foto arsip? Boleh deh kontak Wlingiwood biar diarsipkan juga hehehe.


Saat ini hanya ada 1 kompleks bioskop komersil yang ada di Blitar yakni CGV di Blitar Town Square. Selain itu hanya ada bioskop-bioskopan seperti yang dibikin oleh Nanocinema Wlingiwood. Namun sebenarnya pada tahun 70 hingga 80an, Blitar pernah semarak dengan wahana menonton film baik yang berupa bioskop atau layar tancap. Tak hanya di pusat kotanya namun juga di pelosoknya. Saat itu Blitar masih belum dipisah jadi Kota dan Kabupaten.

Catatan: Foto-foto berikut didapat secara anonim dari internet. Jika anda pemilik foto tersebut, kami mohon ijinnya untuk memasang.






Dari penelusuran jejak di media sosial dan diramu dengan ingatan masa kecil, inilah yang kami temukan. Berikut ini daftar bioskop yang pernah beroperasi di Blitar Raya.


KAWI

Terletak di Simpang Kawi, tepatnya di pojokan sisi timur dan utara. Ada yang bilang konon merupakan bioskop tertua di Blitar. Setelah tutup jadi lahan terbengkalai.


DIPAYANA

Terletak di jalan Merdeka Blitar. Merupakan bioskop paling populer di Kota Blitar. Kemudian hari lokasinya menjadi Bentar Swalayan yang kemudian jadi Blitar Town Square..


IRAMA

Terletak di jalan Mastrip. Termasuk kategori bioskop yang murah meriah terutama saat program “student show” setiap sabtu dan minggu sore. HTM saat itu seharga 500 rupiah. Sekarang lokasinya menjadi Hotel Patria.


CEPAKA

Terletak di jalan Cepaka Blitar. Harganya lebih murah dari yang lain namun kursinya banyak yang rusak. Lokasi ini kemudian menjadi Gereja Tiberias.


KARTIKA 21

Terletak di jalan Cepaka juga. Pada masanya merupakan gedung bioskop yang cukup elit di Blitar. Kartika 21 adalah bioskop yang terakhir tutup. Lokasi saat ini menjadi Bank BCA Blitar.


AMPERA

Sebenarnya ini nama perusahaan bioskop keliling yang menyewa gedung balai pertemuan Beru Wlingi. Beroperasi periodik terutama musim liburan. Setelah masa sewa habis mereka akan pindah ke tempat lain yang berprospek.


BIOSKOP MAJEKAN WLINGI

Tidak ingat apa nama bioskopnya. Pendowo? Pandowo? Saya tidak yakin. Bioskop ini terletak di Jalan Raya Tangkil, Majekan Wlingi. Beroperasi tahun 70-80an kemudian tutup. Sekarang jadi toko oleh-oleh khas Blitar.


BIOSKOP BABADAN WLINGI

Terletak di daerah Gurit, Babadan Wlingi dekat lokasi prasasti. Masa kecil saya pernah nonton di sini, duduk di balkon atas tempat projectionist. Bioskop ini beroperasi tahun 80an. Sekarang jadi kantor UPT kelurahan.


Ada yang tahu sejarah bioskop di Blitar atau bahkan punya foto-foto arsip? Boleh deh kontak Wlingiwood biar diarsipkan juga hehehe.


Baca

DAFTAR PEMENANG EUROPE ON SCREEN SHORT FILM PITCHING PROJECT 2018 - 2023


2018


I Lasagna (Adi Victory & Daniel Victory)

II Bangkis (Seren Trihardja & Meta Mediana)

III The Great Secret Show (Marky Jahja Ali & Tri Tomi Yulio) 


2019


I Kisah Para Pencuri (Erlangga Fauzan & Eleonora A Yunita)

II Forget the Bomb in the Backyard, We’re Fine! (Lerryant Krisdy G.B & Fauzan Fadliansyah)

III Nebeng (Bodies on the Road) (M. Faisal Hibatullah & Arya Bima Perkasa)


2020


I Ghulam (Nashiru Setiawan) - Malang

II Tour de Serpong (Steven Vicky S) - Tangerang

III Kepada Istriku (Marta, I’m Home) (Patrick Warmanda) - Jakarta


2021


I Bibir Merah Siapa yang Punya (Haris Supiandi & Pawadi) - Pontianak

II Catch to Release (Andrew Kose & Evi Cecilia) - Jakarta

III Riwayat Ceti (What Ceti Does) (Azalia Muchransyah & Adhi Anugroho) - Bogor


2022


I Sing, Bee, Sing! (Gin Teguh) - Magelang

II Passing (Gisela Levy) - Jakarta 

III Make a Wish (Adventio Diyar) - Surakarta 


2023


I Tinah Buys Cigarette (Gugun Arief) - Wlingi

II Firman Firman (Kurnia Alexander & Rayner Wijaya) - Jakarta

III How To Be A Man (William Karko & Sukhadharmi Padmalauwaty) - Tangerang


2018


I Lasagna (Adi Victory & Daniel Victory)

II Bangkis (Seren Trihardja & Meta Mediana)

III The Great Secret Show (Marky Jahja Ali & Tri Tomi Yulio) 


2019


I Kisah Para Pencuri (Erlangga Fauzan & Eleonora A Yunita)

II Forget the Bomb in the Backyard, We’re Fine! (Lerryant Krisdy G.B & Fauzan Fadliansyah)

III Nebeng (Bodies on the Road) (M. Faisal Hibatullah & Arya Bima Perkasa)


2020


I Ghulam (Nashiru Setiawan) - Malang

II Tour de Serpong (Steven Vicky S) - Tangerang

III Kepada Istriku (Marta, I’m Home) (Patrick Warmanda) - Jakarta


2021


I Bibir Merah Siapa yang Punya (Haris Supiandi & Pawadi) - Pontianak

II Catch to Release (Andrew Kose & Evi Cecilia) - Jakarta

III Riwayat Ceti (What Ceti Does) (Azalia Muchransyah & Adhi Anugroho) - Bogor


2022


I Sing, Bee, Sing! (Gin Teguh) - Magelang

II Passing (Gisela Levy) - Jakarta 

III Make a Wish (Adventio Diyar) - Surakarta 


2023


I Tinah Buys Cigarette (Gugun Arief) - Wlingi

II Firman Firman (Kurnia Alexander & Rayner Wijaya) - Jakarta

III How To Be A Man (William Karko & Sukhadharmi Padmalauwaty) - Tangerang

Baca

KOORDINATOR UMUM WLINGIWOOD 2024 - 2028

Ikbal Trihatmojo mengawali kiprah perfilmannya sejak tahun 2019 lewat kegiatan ekskul di sekolahnya di mana ia menjadi ketuanya. Kemudian Ikbal juga aktif di Wlingiwood dan mengikuti beberapa produksi. Memasuki kuliah, Ikbal juga aktif di kegiatan film kampusnya. Sesekali ia mengikuti produksi di Wlingiwood.

Selamat, Mas Ikbal!



Ikbal Trihatmojo mengawali kiprah perfilmannya sejak tahun 2019 lewat kegiatan ekskul di sekolahnya di mana ia menjadi ketuanya. Kemudian Ikbal juga aktif di Wlingiwood dan mengikuti beberapa produksi. Memasuki kuliah, Ikbal juga aktif di kegiatan film kampusnya. Sesekali ia mengikuti produksi di Wlingiwood.

Selamat, Mas Ikbal!



Baca

TINAH BUYS CIGARETTES MENANG DI DUA EVENT!

Tinah Buys Cigarettes adalah proyek film pendek terbaru Javora Studio. Mengisahkan tentang ibu-ibu yang bertarung melawan berandal di atas motor matic, project ini menjadi juara 1 dalam Europe On Screen Short Film Pitching Project 2023 yang diumumkan bulan Juni lalu. Setelah itu ia juga meraih The Project of Imagination pada LOCK x Full Circle Lab 2023 pada September silam. 











Tinah Buys Cigarettes adalah proyek film pendek terbaru Javora Studio. Mengisahkan tentang ibu-ibu yang bertarung melawan berandal di atas motor matic, project ini menjadi juara 1 dalam Europe On Screen Short Film Pitching Project 2023 yang diumumkan bulan Juni lalu. Setelah itu ia juga meraih The Project of Imagination pada LOCK x Full Circle Lab 2023 pada September silam. 











Baca

WLINGIWOOD BERJAYA DI BANDUNG!

 


Prestasi kembali diraih oleh produksi dari Wlingi. Masih dari film ANXIETUS DOMICUPUS yang tahun lalu meraih Piala Maya, kali ini produksi dari Javora Studio ini meraih Penghargaan Gajah Emas pada event Ganesha Film Festival 2022 di Bandung. Semoga kelak para anggota Wlingiwood yang lain juga mengikuti jejak prestasi. Amiiin!



 


Prestasi kembali diraih oleh produksi dari Wlingi. Masih dari film ANXIETUS DOMICUPUS yang tahun lalu meraih Piala Maya, kali ini produksi dari Javora Studio ini meraih Penghargaan Gajah Emas pada event Ganesha Film Festival 2022 di Bandung. Semoga kelak para anggota Wlingiwood yang lain juga mengikuti jejak prestasi. Amiiin!



Baca

FILM DARI WLINGI MENANG PIALA MAYA!


Piala Maya adalah penghargaan film yang diinisiasi, awalnya di internet sejak tahun 2012. Pada 5 desember 2012 untuk pertama kalinya penghargaan ini diselenggarakan secara offline yakni di The Bridge Function Room, Aston Hotel di Taman Rasuna, Kuningan, Jakarta Selatan. Jika Piala Citra FFI diumpamakan sebagai Oscar maka Piala Maya ini konon adalah Golden Globe-nya Indonesia hehehe.


Setelah meraih banyak "sayuran", istilah kami untuk festival laurel (itu lho logo daun untuk pemenang festival film), Anxietus Domicupus mendapat nominasi film cerita pendek terpilih bersama 8 film terbaik lainnya. Tak disangka, film berbau genre space western dan fantasi ini menang pada perhelatan Piala Maya ke-9 yang diumumkan pada 7 Maret 2021 lalu. 


Selain Piala Maya, film Anxietus Domicupus mendapat nominasi dan menjadi official selection di beberapa festival dan screening event. Berikut ini daftar pencapaian award oleh film Anxietus Domicupus:

  • Pemenang Film Cerita Pendek Terpilih Piala Maya ke-9 (2021)
  • Bronze Deer Award di Moviement Film Festival 2020
  • Nominator Film Terbaik, Nominator Sinematografi Terbaik dan Jury Special Mention di Genflix Film Festival 2020
  • Nominator Best Comedy di Hellofest #14 (2020), Indonesia
  • Official Selection, Cinecussion 2020
  • Official Selection, Gulung Tukar 2021
  • Official Selection, Film Musik Makan oleh Kolektif Film 2021

Berikut daftar lengkap pemenang Piala Maya ke-9 tahun 2021:

KATEGORI TEKNIS 

Film Cerita Panjang Terpilih - "Mekah I'm Coming" (Produksi: Dapur Film, MD Pictures, Produser: Hanung Bramantyo) 

Penyutradaraan Terpilih - "The Science of Fictions" (Yosep Anggi Noen) 

Penyutradaraan Berbakat Film Panjang Karya Perdana (Piala Iqbal Rais) - "Mekah I'm Coming" (Jeihan Angga) 

Penulisan Skenario Asli Terpilih - "Mudik" (Adriyanto Dewo) 

Penulisan Skenario Adaptasi Terpilih - "Mekah I'm Coming" (Jeihan Angga) 

Tata Kamera Terpilih - "Abracadabra" (Gandang Warah) 

Tata Artistik Terpilih - "Abracadabra" (Vida Sylvia) 

Tata Musik Terpilih - "Teman Tapi Menikah 2" (Andhika Triyadi) 

Penyuntingan Gambar Terpilih - "Mariposa" (Ryan Purwoko) 

Tata Suara Terpilih - "Asih 2" (Aria Prayogi, Suhadi) 

Tata Efek Khusus Terpilih - "Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2" (Setyo Anggono, Lucas Adhityo, Kholish Abdulhaq) 

Tata Kostum Terpilih - "Abracadabra" (Hagai Pakan) 

Tata Rias Wajah dan Rambut Terpilih - "Abracadabra" (Eba Sheba) 

Desain Poster Terpilih - "The Science of Fictions" (Gandhi Setyawan) 

Lagu Tema Terpilih - "Kemarin" ("Kemarin", Ifan Seventeen) 


KATEGORI PEMERANAN

Aktor Utama Terpilih - Gunawan Maryanto ("The Science of Fictions") 

Aktris Utama Terpilih - Putri Ayudya ("Mudik") 

Aktor Pendukung Terpilih - Totos Rasiti ("Mekah I'm Coming") 

Aktris Pendukung Terpilih - Ria Irawan ("Mekah I'm Coming") 

Aktor Pendatang Baru Terpilih - Junior Roberts ("Mariposa") 

Aktris Pendatang Baru Terpilih (Piala Tuti Indra Malaon)- Arawinda Kirana ("Quarantine Tales") 

Aktor/ Aktris Cilik/ Remaja Terpilih - Yasamin Jasem ("Mangkujiwo) 

Penampilan Singkat Nan Berkesan (Piala Arifin C. Noer) - Adi Kurdi ("Sabar Ini Ujian") 


KATEGORI KOMPETISI

Film Cerita Pendek Terpilih - "Anxietus Domicupus" (Gugun Arief) 

Film Dokumenter Pendek Terpilih - "Cerita Tentang Sinema di Sudut yang Lain" (Hariwi) 

Film Animasi Pendek Terpilih - "Atlas Boy Adventures: Serangan Hantu Abu-Abu" (Merry Wijaya, Natassya Siregar) 

Film Dokumenter Panjang Terpilih - "You & I" (Fanny Chotimah) 

Film Animasi Panjang Terpilih - "Titus: Mystery of the Enigma" (Dineshkumar Subashchandra) 

Film Cerita Panjang Eksibisi Non-Reguler Terpilih - "Istri Orang" (Dirmawan Hatta) 

Video Klip Musik Terpilih (Piala Gitavisi) - "LATHI" by Weird Jenius ft. Sara Fajira (Sutradara: YBRAP & Creamypandaxx)







Piala Maya adalah penghargaan film yang diinisiasi, awalnya di internet sejak tahun 2012. Pada 5 desember 2012 untuk pertama kalinya penghargaan ini diselenggarakan secara offline yakni di The Bridge Function Room, Aston Hotel di Taman Rasuna, Kuningan, Jakarta Selatan. Jika Piala Citra FFI diumpamakan sebagai Oscar maka Piala Maya ini konon adalah Golden Globe-nya Indonesia hehehe.


Setelah meraih banyak "sayuran", istilah kami untuk festival laurel (itu lho logo daun untuk pemenang festival film), Anxietus Domicupus mendapat nominasi film cerita pendek terpilih bersama 8 film terbaik lainnya. Tak disangka, film berbau genre space western dan fantasi ini menang pada perhelatan Piala Maya ke-9 yang diumumkan pada 7 Maret 2021 lalu. 


Selain Piala Maya, film Anxietus Domicupus mendapat nominasi dan menjadi official selection di beberapa festival dan screening event. Berikut ini daftar pencapaian award oleh film Anxietus Domicupus:

  • Pemenang Film Cerita Pendek Terpilih Piala Maya ke-9 (2021)
  • Bronze Deer Award di Moviement Film Festival 2020
  • Nominator Film Terbaik, Nominator Sinematografi Terbaik dan Jury Special Mention di Genflix Film Festival 2020
  • Nominator Best Comedy di Hellofest #14 (2020), Indonesia
  • Official Selection, Cinecussion 2020
  • Official Selection, Gulung Tukar 2021
  • Official Selection, Film Musik Makan oleh Kolektif Film 2021

Berikut daftar lengkap pemenang Piala Maya ke-9 tahun 2021:

KATEGORI TEKNIS 

Film Cerita Panjang Terpilih - "Mekah I'm Coming" (Produksi: Dapur Film, MD Pictures, Produser: Hanung Bramantyo) 

Penyutradaraan Terpilih - "The Science of Fictions" (Yosep Anggi Noen) 

Penyutradaraan Berbakat Film Panjang Karya Perdana (Piala Iqbal Rais) - "Mekah I'm Coming" (Jeihan Angga) 

Penulisan Skenario Asli Terpilih - "Mudik" (Adriyanto Dewo) 

Penulisan Skenario Adaptasi Terpilih - "Mekah I'm Coming" (Jeihan Angga) 

Tata Kamera Terpilih - "Abracadabra" (Gandang Warah) 

Tata Artistik Terpilih - "Abracadabra" (Vida Sylvia) 

Tata Musik Terpilih - "Teman Tapi Menikah 2" (Andhika Triyadi) 

Penyuntingan Gambar Terpilih - "Mariposa" (Ryan Purwoko) 

Tata Suara Terpilih - "Asih 2" (Aria Prayogi, Suhadi) 

Tata Efek Khusus Terpilih - "Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2" (Setyo Anggono, Lucas Adhityo, Kholish Abdulhaq) 

Tata Kostum Terpilih - "Abracadabra" (Hagai Pakan) 

Tata Rias Wajah dan Rambut Terpilih - "Abracadabra" (Eba Sheba) 

Desain Poster Terpilih - "The Science of Fictions" (Gandhi Setyawan) 

Lagu Tema Terpilih - "Kemarin" ("Kemarin", Ifan Seventeen) 


KATEGORI PEMERANAN

Aktor Utama Terpilih - Gunawan Maryanto ("The Science of Fictions") 

Aktris Utama Terpilih - Putri Ayudya ("Mudik") 

Aktor Pendukung Terpilih - Totos Rasiti ("Mekah I'm Coming") 

Aktris Pendukung Terpilih - Ria Irawan ("Mekah I'm Coming") 

Aktor Pendatang Baru Terpilih - Junior Roberts ("Mariposa") 

Aktris Pendatang Baru Terpilih (Piala Tuti Indra Malaon)- Arawinda Kirana ("Quarantine Tales") 

Aktor/ Aktris Cilik/ Remaja Terpilih - Yasamin Jasem ("Mangkujiwo) 

Penampilan Singkat Nan Berkesan (Piala Arifin C. Noer) - Adi Kurdi ("Sabar Ini Ujian") 


KATEGORI KOMPETISI

Film Cerita Pendek Terpilih - "Anxietus Domicupus" (Gugun Arief) 

Film Dokumenter Pendek Terpilih - "Cerita Tentang Sinema di Sudut yang Lain" (Hariwi) 

Film Animasi Pendek Terpilih - "Atlas Boy Adventures: Serangan Hantu Abu-Abu" (Merry Wijaya, Natassya Siregar) 

Film Dokumenter Panjang Terpilih - "You & I" (Fanny Chotimah) 

Film Animasi Panjang Terpilih - "Titus: Mystery of the Enigma" (Dineshkumar Subashchandra) 

Film Cerita Panjang Eksibisi Non-Reguler Terpilih - "Istri Orang" (Dirmawan Hatta) 

Video Klip Musik Terpilih (Piala Gitavisi) - "LATHI" by Weird Jenius ft. Sara Fajira (Sutradara: YBRAP & Creamypandaxx)






Baca

Lagi-lagi Film Bikinan Wlingiwood Premiere Di Jakarta!

Wlingiwood mungkin nama yang belum cukup akrab di kalangan umum meskipun sudah berkiprah selama 7 tahun. Namun nama ini lumayan dikenal di kalangan penonton film independen. Dimulai dengan film Bid & Run (2015), film yang dibikin dalam naungan label Wlingiwood sudah masuk ke beberapa festival film di Indonesia. Hingga artikel ini ditulis, sudah 3 film dari Wlingiwood diputar di bioskop. 

Yang pertama adalah Bid & Run, diputar di bioskop jaringan XXI dan beberapa bioskop kecil beberapa kota di Indonesia dalam rangkaian Festival Sinema Prancis 2015. The Fiction Master dan Domio Instano diputar di CGV Sudirman dalam rangka HelloFest ke-13 tahun 2019. Yang terbaru kali ini adalah JENGLOT REDEMPTION.

Jenglot Redemption akan diputar dua hari dalam rangkaian acara Bulan Film Nasional 2021 yang diselenggarakan oleh Metro Cinema Kemang, sebuah bioskop eksklusif yang memutar film-film alternatif di Jakarta Selatan. Selain Jenglot Redemption juga diputar film-film lain terpilih yang memiliki warna serupa. Kurator untuk acara ini adalah Azzam Fi Rullah, filmmaker genre yang juga menjadi fokus acara ini. 


Jenglot Redemption adalah film pertama yang diproduksi memakai label production house Wlingiwood Filmmakers. Biasanya Wlingiwood Filmmakers dipasang sebagai penanda bahwa film melibatkan anggota komunitas dan atau dibuat di Wlingi oleh komunitas. Kali ini Javora Studio, Tanggal Merah Production dan Hobi Minoritas Film berkolaborasi dalam label Wlingiwood memproduksi film pendek yang disutradarai Paundra Wibatsu ini. 

Paundra Wibatsu memulai debutnya di Wlingiwood dalam film The Fiction Master. Film lain yang juga melibatkannya adalah Anxietus Domicupus (peraih nominasi Piala Maya 2021, Genflix Film Festival, HelloFest ke14 dll.).


Wlingiwood mungkin nama yang belum cukup akrab di kalangan umum meskipun sudah berkiprah selama 7 tahun. Namun nama ini lumayan dikenal di kalangan penonton film independen. Dimulai dengan film Bid & Run (2015), film yang dibikin dalam naungan label Wlingiwood sudah masuk ke beberapa festival film di Indonesia. Hingga artikel ini ditulis, sudah 3 film dari Wlingiwood diputar di bioskop. 

Yang pertama adalah Bid & Run, diputar di bioskop jaringan XXI dan beberapa bioskop kecil beberapa kota di Indonesia dalam rangkaian Festival Sinema Prancis 2015. The Fiction Master dan Domio Instano diputar di CGV Sudirman dalam rangka HelloFest ke-13 tahun 2019. Yang terbaru kali ini adalah JENGLOT REDEMPTION.

Jenglot Redemption akan diputar dua hari dalam rangkaian acara Bulan Film Nasional 2021 yang diselenggarakan oleh Metro Cinema Kemang, sebuah bioskop eksklusif yang memutar film-film alternatif di Jakarta Selatan. Selain Jenglot Redemption juga diputar film-film lain terpilih yang memiliki warna serupa. Kurator untuk acara ini adalah Azzam Fi Rullah, filmmaker genre yang juga menjadi fokus acara ini. 


Jenglot Redemption adalah film pertama yang diproduksi memakai label production house Wlingiwood Filmmakers. Biasanya Wlingiwood Filmmakers dipasang sebagai penanda bahwa film melibatkan anggota komunitas dan atau dibuat di Wlingi oleh komunitas. Kali ini Javora Studio, Tanggal Merah Production dan Hobi Minoritas Film berkolaborasi dalam label Wlingiwood memproduksi film pendek yang disutradarai Paundra Wibatsu ini. 

Paundra Wibatsu memulai debutnya di Wlingiwood dalam film The Fiction Master. Film lain yang juga melibatkannya adalah Anxietus Domicupus (peraih nominasi Piala Maya 2021, Genflix Film Festival, HelloFest ke14 dll.).


Baca

INFOGRAFIS WLINGIWOOD



Baca

Laporan Sekilas Pandang FLS2N Cabang Film Pendek Tingkat Propinsi Jawa Timur di Batu 28 - 31 Mei 2016

Ini adalah tahun ke-3 FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) cabang film pendek diselenggarakan. Lagi-lagi saya (wong Wlingiwood Filmmakers) bertugas mendampingi teman-teman wakil Kab. Blitar. Kali ini acaranya digelar pada 28 - 31 Mei 2016 di Hotel Batu Suki Jl. Bukit Berbunga No.20 - 24 Batu, Jawa Timur.

Tema yang diangkat adalah "Sekolahku Inspirasiku". Peserta yang tiap tim dibatasi hanya 3 butir musti bikin film durasi maksimal 5 menit dan dieksekusi kurang lebih sehari semalam. Sakti tenan....

Jurinya ada Pak Kris (sutradara), Pak Imum (Arek TV) sama Bu Ainun (PARFI Jatim). Maaf nama-nama beliau saya belum tahu nulis ejaannya yang benar. Lupa konfirmasi karena makanan di hotel terlalu enak hingga bikin lupa hehe..

(dari kiri ke kanan) Daffa, Mukti dan Irwin dari MOVO Film Club SMAN 1 Talun
sebagai wakil kabupaten Blitar untuk FLS2N Film Pendek 2016

Well....Pencapaian tim MOVO FILM SMAN 1 Talun kali ini berada di urutan buntut yakni sebagai peringkat harapan 2 hehe...Maafkanlah...syukurilah hehehe. Well masuk 5 besar tapi tentunya kami gak boleh langsung puas. Ada sekitar 30an tim yang ikut kalo nggak salah.

Berikut daftar pemenang, nilai yang diperoleh dan asal daerah:

Para pemenang

Pensil - 720 - (Surabaya) Juara 1
Menggapai Asa - 685 - (Malang) Juara 2
Pelajaran Hidup - 660 - (Tulungagung) Juara 3
Menggapai Cakrawala - 625 - (Madiun) Harapan 1
Ketika Yang Biasa Bisa - 590 - (Kab. Blitar) Harapan 2

Well...hmmm rupanya kita terlalu memandang remeh kompetisi kali ini. Terbukti bahwa ternyata karya-karya rekan-rekan daerah lain sudah nggak lagi main-main. Sinematografinya serius. Apalagi untuk ukuran film yang dibikin dengan hanya 3 orang dalam sehari.

Bersama Pak Imum, salah satu juri

Agak guyon saya ngomong, "Jangan-jangan ada yang bawa drone..." eh beneran ada yang pake drone :D Karya pemenang di atas sungguh tak mengecewakan. Mungkin memang belum ada greget atau terobosan ide yang signifikan tapi kelak pastinya bakal ada. Kecuali karya siswa yang saya dampingi, hampir semuanya optimal menggunakan alat. Gambar sudah lebih tertata, editing sudah mulai rapi dll. Kalau karya siswa saya saat ini masih cuma optimal di storytelling....sinematografi hmmmm...gitu dehhh. Ya udah taun depan sinematografi musti digregetin yo cahhhh

Kerja

Editing

Storyboarding

Writing script

Lomba film pendek FLS2N ini menurut saya emang memunculkan "teknik filmmaking" tersendiri. Bayangin 3 orang bikin film sehari. Semua dirangkap-rangkap. Ya kita taulah kenapa cuma boleh 3 peserta. Duitnya, gan hehehe...karena ntar yang dibiayai ya cuma 3 orang. Tapi ini kemudian menjadi suatu teknik filmmaking yang unik dan musti efektif. Di Wlingiwood sering kami bekerja dengan kru minim kayak gini.

Kota Batu dari aula lantai atas Hotel Batu Suki Jl. Bukit Berbunga 20 - 24

Sepulang dari Batu (selain membawa demam flu) kami juga membawa setumpuk PR...belajar dan berlatih lagi. Selamat buat para pemenang....tetap belajar, berlatih setelah itu menyerahlah dan berhenti berjuang.

Gimana dengan propinsi lain? Mungkin ada teman-teman yang bisa review?

-Gugun Ekalaya-
(sebagai pelatih dan pendamping tak resmi)


Ini adalah tahun ke-3 FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) cabang film pendek diselenggarakan. Lagi-lagi saya (wong Wlingiwood Filmmakers) bertugas mendampingi teman-teman wakil Kab. Blitar. Kali ini acaranya digelar pada 28 - 31 Mei 2016 di Hotel Batu Suki Jl. Bukit Berbunga No.20 - 24 Batu, Jawa Timur.

Tema yang diangkat adalah "Sekolahku Inspirasiku". Peserta yang tiap tim dibatasi hanya 3 butir musti bikin film durasi maksimal 5 menit dan dieksekusi kurang lebih sehari semalam. Sakti tenan....

Jurinya ada Pak Kris (sutradara), Pak Imum (Arek TV) sama Bu Ainun (PARFI Jatim). Maaf nama-nama beliau saya belum tahu nulis ejaannya yang benar. Lupa konfirmasi karena makanan di hotel terlalu enak hingga bikin lupa hehe..

(dari kiri ke kanan) Daffa, Mukti dan Irwin dari MOVO Film Club SMAN 1 Talun
sebagai wakil kabupaten Blitar untuk FLS2N Film Pendek 2016

Well....Pencapaian tim MOVO FILM SMAN 1 Talun kali ini berada di urutan buntut yakni sebagai peringkat harapan 2 hehe...Maafkanlah...syukurilah hehehe. Well masuk 5 besar tapi tentunya kami gak boleh langsung puas. Ada sekitar 30an tim yang ikut kalo nggak salah.

Berikut daftar pemenang, nilai yang diperoleh dan asal daerah:

Para pemenang

Pensil - 720 - (Surabaya) Juara 1
Menggapai Asa - 685 - (Malang) Juara 2
Pelajaran Hidup - 660 - (Tulungagung) Juara 3
Menggapai Cakrawala - 625 - (Madiun) Harapan 1
Ketika Yang Biasa Bisa - 590 - (Kab. Blitar) Harapan 2

Well...hmmm rupanya kita terlalu memandang remeh kompetisi kali ini. Terbukti bahwa ternyata karya-karya rekan-rekan daerah lain sudah nggak lagi main-main. Sinematografinya serius. Apalagi untuk ukuran film yang dibikin dengan hanya 3 orang dalam sehari.

Bersama Pak Imum, salah satu juri

Agak guyon saya ngomong, "Jangan-jangan ada yang bawa drone..." eh beneran ada yang pake drone :D Karya pemenang di atas sungguh tak mengecewakan. Mungkin memang belum ada greget atau terobosan ide yang signifikan tapi kelak pastinya bakal ada. Kecuali karya siswa yang saya dampingi, hampir semuanya optimal menggunakan alat. Gambar sudah lebih tertata, editing sudah mulai rapi dll. Kalau karya siswa saya saat ini masih cuma optimal di storytelling....sinematografi hmmmm...gitu dehhh. Ya udah taun depan sinematografi musti digregetin yo cahhhh

Kerja

Editing

Storyboarding

Writing script

Lomba film pendek FLS2N ini menurut saya emang memunculkan "teknik filmmaking" tersendiri. Bayangin 3 orang bikin film sehari. Semua dirangkap-rangkap. Ya kita taulah kenapa cuma boleh 3 peserta. Duitnya, gan hehehe...karena ntar yang dibiayai ya cuma 3 orang. Tapi ini kemudian menjadi suatu teknik filmmaking yang unik dan musti efektif. Di Wlingiwood sering kami bekerja dengan kru minim kayak gini.

Kota Batu dari aula lantai atas Hotel Batu Suki Jl. Bukit Berbunga 20 - 24

Sepulang dari Batu (selain membawa demam flu) kami juga membawa setumpuk PR...belajar dan berlatih lagi. Selamat buat para pemenang....tetap belajar, berlatih setelah itu menyerahlah dan berhenti berjuang.

Gimana dengan propinsi lain? Mungkin ada teman-teman yang bisa review?

-Gugun Ekalaya-
(sebagai pelatih dan pendamping tak resmi)


Baca

Hasil Lomba Film dalam rangka HARI KESEHATAN NASIONAL 2015

Oleh: NOVAN COKLAT (stunt coordinator di Wlingiwood)

Hoi, ini saya...COKLAT hehe...

Lomba film dalam rangka Hari Kesehatan Nasional bulan Oktober 2015 kemaren, kami WLINGIWOOD FILMMAKERS mendapatkan prestasi yang bisa dibilang lumayan memuaskan. Dapet Juara II, coyyyy..... film dengan judul SIXPACK lah yang telah mengantarkan kami di posisi ini. Sutradaranya, Cak Gugun lantas diundang ke Jakarta oleh Kemenkes buat mewaklili penerimaan penghargaan pada tanggal 27 November 2015. Wahhh saya gak diajakkkk...hiks hiks...

Gimana rasanya hasil kerja keras kami dapat penghargaan? Seneng sih iya, tapi kalau puas saya rasa belum. Setidaknya kami telah berusaha semampu kami.Walaupun belum mendapatkan hasil yang maksimal, tapi kami akan berusaha lebih keras dan lebih keras lagi untuk mencapai puncak. "Lama - lama berusaha, akhirnya membuahkan hasil juga. Kalau belum membuahkan hasil, berarti berusahanya kurang lama"

Keren kan pialanya?

Tim SIXPACK: Gugun Ekalaya gendong Haski (produser dan sutradara), saya (stunt coordinator), Mbeno Ajie (aktor utama) dan Andy Zunandi (stunt fighter)

Mas Betet Kunamsinam VS Cak Gugun. Asyik bisa ketemuan ama sesama warga Wlingiwood di Jakarta!
Oke, nantikan pecicilan kami di event selanjutnya :)
Oleh: NOVAN COKLAT (stunt coordinator di Wlingiwood)

Hoi, ini saya...COKLAT hehe...

Lomba film dalam rangka Hari Kesehatan Nasional bulan Oktober 2015 kemaren, kami WLINGIWOOD FILMMAKERS mendapatkan prestasi yang bisa dibilang lumayan memuaskan. Dapet Juara II, coyyyy..... film dengan judul SIXPACK lah yang telah mengantarkan kami di posisi ini. Sutradaranya, Cak Gugun lantas diundang ke Jakarta oleh Kemenkes buat mewaklili penerimaan penghargaan pada tanggal 27 November 2015. Wahhh saya gak diajakkkk...hiks hiks...

Gimana rasanya hasil kerja keras kami dapat penghargaan? Seneng sih iya, tapi kalau puas saya rasa belum. Setidaknya kami telah berusaha semampu kami.Walaupun belum mendapatkan hasil yang maksimal, tapi kami akan berusaha lebih keras dan lebih keras lagi untuk mencapai puncak. "Lama - lama berusaha, akhirnya membuahkan hasil juga. Kalau belum membuahkan hasil, berarti berusahanya kurang lama"

Keren kan pialanya?

Tim SIXPACK: Gugun Ekalaya gendong Haski (produser dan sutradara), saya (stunt coordinator), Mbeno Ajie (aktor utama) dan Andy Zunandi (stunt fighter)

Mas Betet Kunamsinam VS Cak Gugun. Asyik bisa ketemuan ama sesama warga Wlingiwood di Jakarta!
Oke, nantikan pecicilan kami di event selanjutnya :)
Baca

WLINGIWOOD FILMMAKERS GOES TO DEPOK

Alhamdulillah, salah satu film dari Wlingiwood berjudul "SIX PACK" (produksi Prodeopop Creative Services) masuk ke dalam finalis 10 besar lomba film pendek Hari Kesehatan Nasional 2015. Pada tanggal 17 Oktober 2015 kemarin Cak Gugun, Mbeno dan Coklat berangkat ke Kinasih Resort Depok untuk mengikuti workshop film 4 hari bersama Kalyana Shira Films. Depok tuh 1 - 2 jam lah dari Jakarta. Semua akomodasi, transport kereta api eksekutif, tiket pesawat dibayarin penuh lho. Pulang pun masih disangoni sama panitia. Kerennnnn :D

Press conference lah pura-puranya

Now Playing!

Selama 4 hari Wlingiwood Filmmakers berinteraksi bersama para pemateri dan teman-teman finalis lainnya. Tak ketinggalan pula kami ngobrol ama yang punya Kalyana Shira Films yaitu Teh Nia Dinata! bagi kalian yang belum tahu siapa Nia Dinata, googling deh! Dia sutradara perempuan yang sering membuat karya kontroversial. Ternyata Teh Nia Dinata nih orangnya ramah banget euyyy.... you know...kami sering dicuekin di kampung, tapi di sini kami diperlakukan sebagai "sesuwatuhhh" meskipun sebenarnya "kami ini mah apa atuh?"

Latihan Yoga bersama Teh Nia Dinata

Banyak pengalaman yang kami timba di Depok. Selain ngobrol intens dengan Teh Nia, kami juga ngobrol ama Mbak Pritagita Arianegara, dia berpengalaman menjadi asisten sutradara lebih dari 40 film nasional. Antara lain Ayat-Ayat Cinta, Soekarno, Tjokroaminoto dan lain-lain. Wlingiwood belajar manajemen produksi bersama Mbak Prita ini.

Lalu ada Lucky Kuswandi, sutradara yang karyanya masuk ke kancah Cannes Film Festival, Dia mengajar kelas penulisan naskah film. Om Lucky ini selalu kontroversial karena mengangkat masalah LGBT dalam film-filmnya. Dia memberikan ilmu soal membuat karakter film yang nggak lempeng-lempeng aja.

Terus ada Aghi Narottama, komposer musik film yang menggarap banyak film nasional antara lain film Berbagi Suami. Wlingiwood juga berkesempatan ngobrol dengannya. Orangnya rendah hati dan ramah. Lalu ada kelas Casting oleh Om Hagai Pakan, kelas sinematografi sama Bang Mayk Wongkar, kelas publikasi film oleh Adella Fauzi dan tak lupa re-editing yang dipandu Mbak Rininta Agustine. Mbak Rininta ini pernah nggarap post productionnya The Raid loh.

Kak Rinintaaaaa! :D

4 hari di Depok, banyak kesan dan ilmu kami dapat. Setelah ini insyaallah Wlingiwood Filmmakers akan semakin beringas dalam kreativitas. Nantikan yachhh! :)

Oiya...pas berangkat kami ketemu Daredevil
Tak lupa Wlingiwood Filmmakers berterimakasih kepada Ibu A.J. Boesra yang menjadi panitia penyelenggara lomba ini. Beliau bekerjasama dengan Kementrian Kesehatan untuk mewujudkan acara yang asyik ini. Beliaulah yang mengurus kami selama di Depok, sungguh panitia terhebat yang pernah kami jumpai. Makasih Ibu Boesra :)

Bu Boesra panitia paling tangguh, keren dan ramah yang pernah kami jumpai

Hope you all be inspired yo, Cahhhh :)





Alhamdulillah, salah satu film dari Wlingiwood berjudul "SIX PACK" (produksi Prodeopop Creative Services) masuk ke dalam finalis 10 besar lomba film pendek Hari Kesehatan Nasional 2015. Pada tanggal 17 Oktober 2015 kemarin Cak Gugun, Mbeno dan Coklat berangkat ke Kinasih Resort Depok untuk mengikuti workshop film 4 hari bersama Kalyana Shira Films. Depok tuh 1 - 2 jam lah dari Jakarta. Semua akomodasi, transport kereta api eksekutif, tiket pesawat dibayarin penuh lho. Pulang pun masih disangoni sama panitia. Kerennnnn :D

Press conference lah pura-puranya

Now Playing!

Selama 4 hari Wlingiwood Filmmakers berinteraksi bersama para pemateri dan teman-teman finalis lainnya. Tak ketinggalan pula kami ngobrol ama yang punya Kalyana Shira Films yaitu Teh Nia Dinata! bagi kalian yang belum tahu siapa Nia Dinata, googling deh! Dia sutradara perempuan yang sering membuat karya kontroversial. Ternyata Teh Nia Dinata nih orangnya ramah banget euyyy.... you know...kami sering dicuekin di kampung, tapi di sini kami diperlakukan sebagai "sesuwatuhhh" meskipun sebenarnya "kami ini mah apa atuh?"

Latihan Yoga bersama Teh Nia Dinata

Banyak pengalaman yang kami timba di Depok. Selain ngobrol intens dengan Teh Nia, kami juga ngobrol ama Mbak Pritagita Arianegara, dia berpengalaman menjadi asisten sutradara lebih dari 40 film nasional. Antara lain Ayat-Ayat Cinta, Soekarno, Tjokroaminoto dan lain-lain. Wlingiwood belajar manajemen produksi bersama Mbak Prita ini.

Lalu ada Lucky Kuswandi, sutradara yang karyanya masuk ke kancah Cannes Film Festival, Dia mengajar kelas penulisan naskah film. Om Lucky ini selalu kontroversial karena mengangkat masalah LGBT dalam film-filmnya. Dia memberikan ilmu soal membuat karakter film yang nggak lempeng-lempeng aja.

Terus ada Aghi Narottama, komposer musik film yang menggarap banyak film nasional antara lain film Berbagi Suami. Wlingiwood juga berkesempatan ngobrol dengannya. Orangnya rendah hati dan ramah. Lalu ada kelas Casting oleh Om Hagai Pakan, kelas sinematografi sama Bang Mayk Wongkar, kelas publikasi film oleh Adella Fauzi dan tak lupa re-editing yang dipandu Mbak Rininta Agustine. Mbak Rininta ini pernah nggarap post productionnya The Raid loh.

Kak Rinintaaaaa! :D

4 hari di Depok, banyak kesan dan ilmu kami dapat. Setelah ini insyaallah Wlingiwood Filmmakers akan semakin beringas dalam kreativitas. Nantikan yachhh! :)

Oiya...pas berangkat kami ketemu Daredevil
Tak lupa Wlingiwood Filmmakers berterimakasih kepada Ibu A.J. Boesra yang menjadi panitia penyelenggara lomba ini. Beliau bekerjasama dengan Kementrian Kesehatan untuk mewujudkan acara yang asyik ini. Beliaulah yang mengurus kami selama di Depok, sungguh panitia terhebat yang pernah kami jumpai. Makasih Ibu Boesra :)

Bu Boesra panitia paling tangguh, keren dan ramah yang pernah kami jumpai

Hope you all be inspired yo, Cahhhh :)





Baca

PEMENANG FESTIVAL FILM PELAJAR TINGKAT SMA/SMK SE-BLITAR RAYA 2015

Rabu 13 Mei kemarin di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar diadakan pemutaran kecil film-film yang dilombakan pada FESTIVAL FILM PELAJAR TINGKAT SMA/SMK SE-BLITAR RAYA 2015.

Acara dimulai pukul 8 pagi. Juri yang ditunjuk pihak Dinas Pendidikan adalah Wima Bramantya (Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Blitar), Heri Langit (Praktisi Teater) dan Antok Agusta (fotografer dan pemateri perfilman).

Wajah para pembina dan siswa peserta festival setelah mendengar pengumuman pemenang
Juri memutuskan menilai film tidak berdasarkan petunjuk pelaksanaan lomba melainkan berdasarkan nilai potensi dari karya. Tidak seperti rencana sebelumnya yang mana akan ada kategori Sutradara Terbaik, Editor Terbaik, Aktor dan Aktris Terbaik, Naskah Terbaik dan lain-lain, festival ini ternyata hanya memilih 3 Juara. Yang terpilih sebagai juara adalah:

Juara 1 SMA Negeri Srengat (berhak mewakili Kabupaten Blitar mengikuti FLS2N tingkat Jawa Timur)
Juara 2 SMK PGRI Wlingi
Juara 3 SMAN 1 Talun


Rabu 13 Mei kemarin di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar diadakan pemutaran kecil film-film yang dilombakan pada FESTIVAL FILM PELAJAR TINGKAT SMA/SMK SE-BLITAR RAYA 2015.

Acara dimulai pukul 8 pagi. Juri yang ditunjuk pihak Dinas Pendidikan adalah Wima Bramantya (Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Blitar), Heri Langit (Praktisi Teater) dan Antok Agusta (fotografer dan pemateri perfilman).

Wajah para pembina dan siswa peserta festival setelah mendengar pengumuman pemenang
Juri memutuskan menilai film tidak berdasarkan petunjuk pelaksanaan lomba melainkan berdasarkan nilai potensi dari karya. Tidak seperti rencana sebelumnya yang mana akan ada kategori Sutradara Terbaik, Editor Terbaik, Aktor dan Aktris Terbaik, Naskah Terbaik dan lain-lain, festival ini ternyata hanya memilih 3 Juara. Yang terpilih sebagai juara adalah:

Juara 1 SMA Negeri Srengat (berhak mewakili Kabupaten Blitar mengikuti FLS2N tingkat Jawa Timur)
Juara 2 SMK PGRI Wlingi
Juara 3 SMAN 1 Talun


Baca

Festival Film Pelajar Se-Blitar Raya 2015

Pada tanggal 24 April - 7 Mei 2015 ini diadakan Festival Film Pelajar Se-Blitar Raya yang diikuti oleh siswa SMA/SMK di seluruh Kabupaten Blitar. Ini adalah Festival Film pelajar yang pertama diadakan di kabupaten Blitar. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar untuk menjaring bakat-bakat perfilman pelajar. Khusus untuk peserta dari SMA yang mendapat nilai tertinggi maka akan dikirim ke FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) tingkat propinsi. Dari Wlingiwood yang akan berpartisipasi adalah BARA Film dari SMAN 1 Talun dan PICHAMMER Film Club dari SMK PGRI Wlingi.

Acara sosialisasi Festival Film Pendek Pelajar Se-Blitar Raya. Koordinator Johan Argono.


Pada tanggal 24 April - 7 Mei 2015 ini diadakan Festival Film Pelajar Se-Blitar Raya yang diikuti oleh siswa SMA/SMK di seluruh Kabupaten Blitar. Ini adalah Festival Film pelajar yang pertama diadakan di kabupaten Blitar. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar untuk menjaring bakat-bakat perfilman pelajar. Khusus untuk peserta dari SMA yang mendapat nilai tertinggi maka akan dikirim ke FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) tingkat propinsi. Dari Wlingiwood yang akan berpartisipasi adalah BARA Film dari SMAN 1 Talun dan PICHAMMER Film Club dari SMK PGRI Wlingi.

Acara sosialisasi Festival Film Pendek Pelajar Se-Blitar Raya. Koordinator Johan Argono.


Baca

6 Tahun SAANANE

Gerakan komunal. Dulu istilah inilah yang dingiangkan di kupingku oleh sahabatku Johan Argono, seorang akademisi edukator dari Wlingiwood. Dengan berbasis istilah itulah kami lalu mendirikan komunitas yang kami namakan SAANANE. SAANANE artinya seadanya. Maknanya adalah bahwa kita bisa berkarya tanpa dibatasi oleh kondisi. Itu kami buktikan dengan produksi rutin tiap tahun. Kalau sekarang banyak yang melihat kegiatan film di kota ndeso ini begitu aktif, itu tak lepas dari sanggar kreatif ini.


SAANANE berdiri dengan pemikiran bahwa anak muda perlu mendapat wadah penyaluran bakat dan energi. Saya sendiri orangnya kan gampang prihatinan. Misalnya lihat anak-anak muda nongkrong tanpa kegiatan, vandalis, mulai ngonsumsi narkoba dll. Nah daripada cuman update status mengeluh keadaan (yang mana hanya akan jadi wacana) saya berpikir bahwa mustinya ada yang bisa dilakukan sekecil apapun. Kebetulan di Wlingiwood saat itu belum ada kegiatan yang neko-neko semacam sanggar kreatif.


Berbekal niat sederhana ingin “pecicilan” maka terbentuklah Sanggar SAANANE. Komunitas ini menjadi semacam universitas, padepokan, paguyuban atau apapun selama kita masih bisa “obah” dan “pecicilan”. Entah apa yang sekarang dicapai oleh para warga komunitas ini setelah kemudian terjun di masyarakat, yang jelas kalo saya pribadi bisa bilang….saya sekolah film itu di sini. Gurunya siapa? Ya keadaan, ya permasalahan, ya keterbatasan.















Sanggar SAANANE adalah sebuah embrio dari gerakan kreatif di Wlingiwood. Bagi kami ini adalah gerakan nyata sebagai antitesis “nulis status doang”. Keadaan yang kita keluhkan mungkin sukar diubah, tapi pasti ada satu langkah kecil yang bisa kita lakukan. Wlingiwood itu aslinya cuman ndeso. Rasa-rasanya nyaris mustahil bikin kegiatan film di sini. Lha wong film itu kan hobi mahal…
Tapi kalo nggak dicoba ya gimana kita tahu?

Atau kita tetap saja menyalahkan keadaan?

Happy ambal warso Sanggar SAANANE (sejak 2009)

Sekilas tentang Sanggar SAANANE bisa dibaca di SINI.


Wlingi 1 Mei 2015


Gugun, lulusan SAANANE dan Wong Wlingiwood
Gerakan komunal. Dulu istilah inilah yang dingiangkan di kupingku oleh sahabatku Johan Argono, seorang akademisi edukator dari Wlingiwood. Dengan berbasis istilah itulah kami lalu mendirikan komunitas yang kami namakan SAANANE. SAANANE artinya seadanya. Maknanya adalah bahwa kita bisa berkarya tanpa dibatasi oleh kondisi. Itu kami buktikan dengan produksi rutin tiap tahun. Kalau sekarang banyak yang melihat kegiatan film di kota ndeso ini begitu aktif, itu tak lepas dari sanggar kreatif ini.


SAANANE berdiri dengan pemikiran bahwa anak muda perlu mendapat wadah penyaluran bakat dan energi. Saya sendiri orangnya kan gampang prihatinan. Misalnya lihat anak-anak muda nongkrong tanpa kegiatan, vandalis, mulai ngonsumsi narkoba dll. Nah daripada cuman update status mengeluh keadaan (yang mana hanya akan jadi wacana) saya berpikir bahwa mustinya ada yang bisa dilakukan sekecil apapun. Kebetulan di Wlingiwood saat itu belum ada kegiatan yang neko-neko semacam sanggar kreatif.


Berbekal niat sederhana ingin “pecicilan” maka terbentuklah Sanggar SAANANE. Komunitas ini menjadi semacam universitas, padepokan, paguyuban atau apapun selama kita masih bisa “obah” dan “pecicilan”. Entah apa yang sekarang dicapai oleh para warga komunitas ini setelah kemudian terjun di masyarakat, yang jelas kalo saya pribadi bisa bilang….saya sekolah film itu di sini. Gurunya siapa? Ya keadaan, ya permasalahan, ya keterbatasan.















Sanggar SAANANE adalah sebuah embrio dari gerakan kreatif di Wlingiwood. Bagi kami ini adalah gerakan nyata sebagai antitesis “nulis status doang”. Keadaan yang kita keluhkan mungkin sukar diubah, tapi pasti ada satu langkah kecil yang bisa kita lakukan. Wlingiwood itu aslinya cuman ndeso. Rasa-rasanya nyaris mustahil bikin kegiatan film di sini. Lha wong film itu kan hobi mahal…
Tapi kalo nggak dicoba ya gimana kita tahu?

Atau kita tetap saja menyalahkan keadaan?

Happy ambal warso Sanggar SAANANE (sejak 2009)

Sekilas tentang Sanggar SAANANE bisa dibaca di SINI.


Wlingi 1 Mei 2015


Gugun, lulusan SAANANE dan Wong Wlingiwood
Baca
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011.    WLINGIWOOD - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template supported super blog pedia
Proudly powered by Blogger