Yang Terbaru

Laporan Sekilas Pandang FLS2N Cabang Film Pendek Tingkat Propinsi Jawa Timur di Batu 28 - 31 Mei 2016

Ini adalah tahun ke-3 FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) cabang film pendek diselenggarakan. Lagi-lagi saya (wong Wlingiwood Filmmakers) bertugas mendampingi teman-teman wakil Kab. Blitar. Kali ini acaranya digelar pada 28 - 31 Mei 2016 di Hotel Batu Suki Jl. Bukit Berbunga No.20 - 24 Batu, Jawa Timur.

Tema yang diangkat adalah "Sekolahku Inspirasiku". Peserta yang tiap tim dibatasi hanya 3 butir musti bikin film durasi maksimal 5 menit dan dieksekusi kurang lebih sehari semalam. Sakti tenan....

Jurinya ada Pak Kris (sutradara), Pak Imum (Arek TV) sama Bu Ainun (PARFI Jatim). Maaf nama-nama beliau saya belum tahu nulis ejaannya yang benar. Lupa konfirmasi karena makanan di hotel terlalu enak hingga bikin lupa hehe..

(dari kiri ke kanan) Daffa, Mukti dan Irwin dari MOVO Film Club SMAN 1 Talun
sebagai wakil kabupaten Blitar untuk FLS2N Film Pendek 2016

Well....Pencapaian tim MOVO FILM SMAN 1 Talun kali ini berada di urutan buntut yakni sebagai peringkat harapan 2 hehe...Maafkanlah...syukurilah hehehe. Well masuk 5 besar tapi tentunya kami gak boleh langsung puas. Ada sekitar 30an tim yang ikut kalo nggak salah.

Berikut daftar pemenang, nilai yang diperoleh dan asal daerah:

Para pemenang

Pensil - 720 - (Surabaya) Juara 1
Menggapai Asa - 685 - (Malang) Juara 2
Pelajaran Hidup - 660 - (Tulungagung) Juara 3
Menggapai Cakrawala - 625 - (Madiun) Harapan 1
Ketika Yang Biasa Bisa - 590 - (Kab. Blitar) Harapan 2

Well...hmmm rupanya kita terlalu memandang remeh kompetisi kali ini. Terbukti bahwa ternyata karya-karya rekan-rekan daerah lain sudah nggak lagi main-main. Sinematografinya serius. Apalagi untuk ukuran film yang dibikin dengan hanya 3 orang dalam sehari.

Bersama Pak Imum, salah satu juri

Agak guyon saya ngomong, "Jangan-jangan ada yang bawa drone..." eh beneran ada yang pake drone :D Karya pemenang di atas sungguh tak mengecewakan. Mungkin memang belum ada greget atau terobosan ide yang signifikan tapi kelak pastinya bakal ada. Kecuali karya siswa yang saya dampingi, hampir semuanya optimal menggunakan alat. Gambar sudah lebih tertata, editing sudah mulai rapi dll. Kalau karya siswa saya saat ini masih cuma optimal di storytelling....sinematografi hmmmm...gitu dehhh. Ya udah taun depan sinematografi musti digregetin yo cahhhh

Kerja

Editing

Storyboarding

Writing script

Lomba film pendek FLS2N ini menurut saya emang memunculkan "teknik filmmaking" tersendiri. Bayangin 3 orang bikin film sehari. Semua dirangkap-rangkap. Ya kita taulah kenapa cuma boleh 3 peserta. Duitnya, gan hehehe...karena ntar yang dibiayai ya cuma 3 orang. Tapi ini kemudian menjadi suatu teknik filmmaking yang unik dan musti efektif. Di Wlingiwood sering kami bekerja dengan kru minim kayak gini.

Kota Batu dari aula lantai atas Hotel Batu Suki Jl. Bukit Berbunga 20 - 24

Sepulang dari Batu (selain membawa demam flu) kami juga membawa setumpuk PR...belajar dan berlatih lagi. Selamat buat para pemenang....tetap belajar, berlatih setelah itu menyerahlah dan berhenti berjuang.

Gimana dengan propinsi lain? Mungkin ada teman-teman yang bisa review?

-Gugun Ekalaya-
(sebagai pelatih dan pendamping tak resmi)


Ini adalah tahun ke-3 FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) cabang film pendek diselenggarakan. Lagi-lagi saya (wong Wlingiwood Filmmakers) bertugas mendampingi teman-teman wakil Kab. Blitar. Kali ini acaranya digelar pada 28 - 31 Mei 2016 di Hotel Batu Suki Jl. Bukit Berbunga No.20 - 24 Batu, Jawa Timur.

Tema yang diangkat adalah "Sekolahku Inspirasiku". Peserta yang tiap tim dibatasi hanya 3 butir musti bikin film durasi maksimal 5 menit dan dieksekusi kurang lebih sehari semalam. Sakti tenan....

Jurinya ada Pak Kris (sutradara), Pak Imum (Arek TV) sama Bu Ainun (PARFI Jatim). Maaf nama-nama beliau saya belum tahu nulis ejaannya yang benar. Lupa konfirmasi karena makanan di hotel terlalu enak hingga bikin lupa hehe..

(dari kiri ke kanan) Daffa, Mukti dan Irwin dari MOVO Film Club SMAN 1 Talun
sebagai wakil kabupaten Blitar untuk FLS2N Film Pendek 2016

Well....Pencapaian tim MOVO FILM SMAN 1 Talun kali ini berada di urutan buntut yakni sebagai peringkat harapan 2 hehe...Maafkanlah...syukurilah hehehe. Well masuk 5 besar tapi tentunya kami gak boleh langsung puas. Ada sekitar 30an tim yang ikut kalo nggak salah.

Berikut daftar pemenang, nilai yang diperoleh dan asal daerah:

Para pemenang

Pensil - 720 - (Surabaya) Juara 1
Menggapai Asa - 685 - (Malang) Juara 2
Pelajaran Hidup - 660 - (Tulungagung) Juara 3
Menggapai Cakrawala - 625 - (Madiun) Harapan 1
Ketika Yang Biasa Bisa - 590 - (Kab. Blitar) Harapan 2

Well...hmmm rupanya kita terlalu memandang remeh kompetisi kali ini. Terbukti bahwa ternyata karya-karya rekan-rekan daerah lain sudah nggak lagi main-main. Sinematografinya serius. Apalagi untuk ukuran film yang dibikin dengan hanya 3 orang dalam sehari.

Bersama Pak Imum, salah satu juri

Agak guyon saya ngomong, "Jangan-jangan ada yang bawa drone..." eh beneran ada yang pake drone :D Karya pemenang di atas sungguh tak mengecewakan. Mungkin memang belum ada greget atau terobosan ide yang signifikan tapi kelak pastinya bakal ada. Kecuali karya siswa yang saya dampingi, hampir semuanya optimal menggunakan alat. Gambar sudah lebih tertata, editing sudah mulai rapi dll. Kalau karya siswa saya saat ini masih cuma optimal di storytelling....sinematografi hmmmm...gitu dehhh. Ya udah taun depan sinematografi musti digregetin yo cahhhh

Kerja

Editing

Storyboarding

Writing script

Lomba film pendek FLS2N ini menurut saya emang memunculkan "teknik filmmaking" tersendiri. Bayangin 3 orang bikin film sehari. Semua dirangkap-rangkap. Ya kita taulah kenapa cuma boleh 3 peserta. Duitnya, gan hehehe...karena ntar yang dibiayai ya cuma 3 orang. Tapi ini kemudian menjadi suatu teknik filmmaking yang unik dan musti efektif. Di Wlingiwood sering kami bekerja dengan kru minim kayak gini.

Kota Batu dari aula lantai atas Hotel Batu Suki Jl. Bukit Berbunga 20 - 24

Sepulang dari Batu (selain membawa demam flu) kami juga membawa setumpuk PR...belajar dan berlatih lagi. Selamat buat para pemenang....tetap belajar, berlatih setelah itu menyerahlah dan berhenti berjuang.

Gimana dengan propinsi lain? Mungkin ada teman-teman yang bisa review?

-Gugun Ekalaya-
(sebagai pelatih dan pendamping tak resmi)


Baca

KOORDINATOR UMUM WLINGIWOOD 2014 - 2018


Gugun Arief membikin film sejak 2006 ketika ia masih tinggal di Jogjakarta. Setelah pulang kampung ke Blitar, pada tahun 2009 ia mulai membina remaja SMA untuk memproduksi film pendek. Tahun 2014 ia memproduksi film pendek yang ia anggap serius berjudul SANDERA. Dalam produksi ini ia berkolaborasi dengan rekan lama maupun baru yang rata-rata rata-rata adalah anggota komunitas di mana Gugun aktif. Film tersebut menandai lahirnya komunitas Wlingiwood Filmmakers. Gugun Arief sebagai inisiator, pengkonsep komunitas dan penggerak kemudian menjadi Koordinator Umum pertama dari tahun 2014 hingga 2018. Selain aktif di Wlingiwood, Gugun mengelola rumah produksinya sendiri yakni Javora Studio.









Gugun Arief membikin film sejak 2006 ketika ia masih tinggal di Jogjakarta. Setelah pulang kampung ke Blitar, pada tahun 2009 ia mulai membina remaja SMA untuk memproduksi film pendek. Tahun 2014 ia memproduksi film pendek yang ia anggap serius berjudul SANDERA. Dalam produksi ini ia berkolaborasi dengan rekan lama maupun baru yang rata-rata rata-rata adalah anggota komunitas di mana Gugun aktif. Film tersebut menandai lahirnya komunitas Wlingiwood Filmmakers. Gugun Arief sebagai inisiator, pengkonsep komunitas dan penggerak kemudian menjadi Koordinator Umum pertama dari tahun 2014 hingga 2018. Selain aktif di Wlingiwood, Gugun mengelola rumah produksinya sendiri yakni Javora Studio.








Baca

Hasil Lomba Film dalam rangka HARI KESEHATAN NASIONAL 2015

Oleh: NOVAN COKLAT (stunt coordinator di Wlingiwood)

Hoi, ini saya...COKLAT hehe...

Lomba film dalam rangka Hari Kesehatan Nasional bulan Oktober 2015 kemaren, kami WLINGIWOOD FILMMAKERS mendapatkan prestasi yang bisa dibilang lumayan memuaskan. Dapet Juara II, coyyyy..... film dengan judul SIXPACK lah yang telah mengantarkan kami di posisi ini. Sutradaranya, Cak Gugun lantas diundang ke Jakarta oleh Kemenkes buat mewaklili penerimaan penghargaan pada tanggal 27 November 2015. Wahhh saya gak diajakkkk...hiks hiks...

Gimana rasanya hasil kerja keras kami dapat penghargaan? Seneng sih iya, tapi kalau puas saya rasa belum. Setidaknya kami telah berusaha semampu kami.Walaupun belum mendapatkan hasil yang maksimal, tapi kami akan berusaha lebih keras dan lebih keras lagi untuk mencapai puncak. "Lama - lama berusaha, akhirnya membuahkan hasil juga. Kalau belum membuahkan hasil, berarti berusahanya kurang lama"

Keren kan pialanya?

Tim SIXPACK: Gugun Ekalaya gendong Haski (produser dan sutradara), saya (stunt coordinator), Mbeno Ajie (aktor utama) dan Andy Zunandi (stunt fighter)

Mas Betet Kunamsinam VS Cak Gugun. Asyik bisa ketemuan ama sesama warga Wlingiwood di Jakarta!
Oke, nantikan pecicilan kami di event selanjutnya :)
Oleh: NOVAN COKLAT (stunt coordinator di Wlingiwood)

Hoi, ini saya...COKLAT hehe...

Lomba film dalam rangka Hari Kesehatan Nasional bulan Oktober 2015 kemaren, kami WLINGIWOOD FILMMAKERS mendapatkan prestasi yang bisa dibilang lumayan memuaskan. Dapet Juara II, coyyyy..... film dengan judul SIXPACK lah yang telah mengantarkan kami di posisi ini. Sutradaranya, Cak Gugun lantas diundang ke Jakarta oleh Kemenkes buat mewaklili penerimaan penghargaan pada tanggal 27 November 2015. Wahhh saya gak diajakkkk...hiks hiks...

Gimana rasanya hasil kerja keras kami dapat penghargaan? Seneng sih iya, tapi kalau puas saya rasa belum. Setidaknya kami telah berusaha semampu kami.Walaupun belum mendapatkan hasil yang maksimal, tapi kami akan berusaha lebih keras dan lebih keras lagi untuk mencapai puncak. "Lama - lama berusaha, akhirnya membuahkan hasil juga. Kalau belum membuahkan hasil, berarti berusahanya kurang lama"

Keren kan pialanya?

Tim SIXPACK: Gugun Ekalaya gendong Haski (produser dan sutradara), saya (stunt coordinator), Mbeno Ajie (aktor utama) dan Andy Zunandi (stunt fighter)

Mas Betet Kunamsinam VS Cak Gugun. Asyik bisa ketemuan ama sesama warga Wlingiwood di Jakarta!
Oke, nantikan pecicilan kami di event selanjutnya :)
Baca

Perkenalan Ulang WLINGIWOOD FILMMAKERS

Rahayu,
Saya Gugun Ekalaya, koordinator Wlingiwood Filmmakers. Update lagi soal Wlingiwood Filmmakers.
Alhamdulillah satu tahun bergerak, Wlingiwood mulai dikenal beberapa filmmakers Indonesia. Terbuka kemungkinan kolaborasi dengan teman-teman daerah lain.
Gugun Ekalaya (koordinator), Betet Kunamsinam (Jakarta representative), Mbeno (Stunt Fighter Instructor), Novan Coklat (yang motret)
Sebenarnya Wlingiwood itu apaan sih? Gitu teman-teman dari daerah lain nanya langsung ke saya. Perkenalan saya mulai dengan bercerita soal Wlingi, dimana letak geografisnya, ada apa aja di sana.
Sebenarnya Wlingi tuh nggak asing-asing banget loh. Kalau pernah nonton film Punk In Love (sutradara Ody C. Harahap) ada lho satu scene yang diambil di Wlingi (gerbang diliwatin doang hehehe).
Di Wlingi ada taman kota yang luas dengan arena bermain, ada pasar tradisional yang besar, pasar hewan juga ada, ada bendungan obyek wisata, bangunan-bangunan tua ada beberapa namun menunggu kehancuran. Stasiun Wlingi juga jadi tempat berhenti kereta api kelas eksekutif. Setiap dari Blitar ke Malang ya pasti lewat Wlingi. Mungkin kalian jarang dengar nama Wlingi, namun setelah setahun ini paling tidak nanti kalian akan kebanjiran kreativitas dari sini. Yup! Wlingiwood Filmmakers akan membanjiri ruang apresiasi film di Indonesia.
Wlingiwood Filmmakers bukanlah production house, bukan sekolah film dalam arti lembaga. Kami cuma komunitas swadaya, tanpa bantuan dari institusi manapun (belum hehehe kami mah apa atuh...). Kami membuka diri terhadap kolaborasi satu visi, non politis dan apapun yang memajukan kreativitas anak muda. Gak ada syarat gabung yang muluk-muluk. Bikin film aja bareng kami, dan di poster ada tulisan Wlingiwood Filmmakers itu udah merupakan inisiasi jadi warga Wlingiwood Filmmakers.
Belakangan ini kami rajin ikut festival-festival, maka ke depan sudah selayaknya kami lebih mengorganisir. Dimulai dengan mengurus komunitas sini secara kecil-kecilan. Siapa mau produksi film dan bergabung untuk diarahkan ke festival-festival ntar kontak kami.
Saya Gugun akan bertindak selaku koordinator komunitas, lalu ada @Novan Coklat yang berlaku sebagai publisis, manajer penjadwalan dll. yah mumpung HP dia baru musti dimanfaatin. @Kakang Mbeno masih sebagai trainer stunt fighter di lapangan. Kalo yang di Jakarta mau kolaborasi ama tim Wlingiwood dan mau ngobrol intens bisa kontak Mas @Betet Kunamsinam, dia representasi Wlingiwood di Jakarta.
Kita simple kok, .....we make films....keep making films...that's what we do in Wlingiwood. Traadaaaagh! 

GUGUN EKALAYA
(Koordinator Wlingiwood Filmmakers)

Rahayu,
Saya Gugun Ekalaya, koordinator Wlingiwood Filmmakers. Update lagi soal Wlingiwood Filmmakers.
Alhamdulillah satu tahun bergerak, Wlingiwood mulai dikenal beberapa filmmakers Indonesia. Terbuka kemungkinan kolaborasi dengan teman-teman daerah lain.
Gugun Ekalaya (koordinator), Betet Kunamsinam (Jakarta representative), Mbeno (Stunt Fighter Instructor), Novan Coklat (yang motret)
Sebenarnya Wlingiwood itu apaan sih? Gitu teman-teman dari daerah lain nanya langsung ke saya. Perkenalan saya mulai dengan bercerita soal Wlingi, dimana letak geografisnya, ada apa aja di sana.
Sebenarnya Wlingi tuh nggak asing-asing banget loh. Kalau pernah nonton film Punk In Love (sutradara Ody C. Harahap) ada lho satu scene yang diambil di Wlingi (gerbang diliwatin doang hehehe).
Di Wlingi ada taman kota yang luas dengan arena bermain, ada pasar tradisional yang besar, pasar hewan juga ada, ada bendungan obyek wisata, bangunan-bangunan tua ada beberapa namun menunggu kehancuran. Stasiun Wlingi juga jadi tempat berhenti kereta api kelas eksekutif. Setiap dari Blitar ke Malang ya pasti lewat Wlingi. Mungkin kalian jarang dengar nama Wlingi, namun setelah setahun ini paling tidak nanti kalian akan kebanjiran kreativitas dari sini. Yup! Wlingiwood Filmmakers akan membanjiri ruang apresiasi film di Indonesia.
Wlingiwood Filmmakers bukanlah production house, bukan sekolah film dalam arti lembaga. Kami cuma komunitas swadaya, tanpa bantuan dari institusi manapun (belum hehehe kami mah apa atuh...). Kami membuka diri terhadap kolaborasi satu visi, non politis dan apapun yang memajukan kreativitas anak muda. Gak ada syarat gabung yang muluk-muluk. Bikin film aja bareng kami, dan di poster ada tulisan Wlingiwood Filmmakers itu udah merupakan inisiasi jadi warga Wlingiwood Filmmakers.
Belakangan ini kami rajin ikut festival-festival, maka ke depan sudah selayaknya kami lebih mengorganisir. Dimulai dengan mengurus komunitas sini secara kecil-kecilan. Siapa mau produksi film dan bergabung untuk diarahkan ke festival-festival ntar kontak kami.
Saya Gugun akan bertindak selaku koordinator komunitas, lalu ada @Novan Coklat yang berlaku sebagai publisis, manajer penjadwalan dll. yah mumpung HP dia baru musti dimanfaatin. @Kakang Mbeno masih sebagai trainer stunt fighter di lapangan. Kalo yang di Jakarta mau kolaborasi ama tim Wlingiwood dan mau ngobrol intens bisa kontak Mas @Betet Kunamsinam, dia representasi Wlingiwood di Jakarta.
Kita simple kok, .....we make films....keep making films...that's what we do in Wlingiwood. Traadaaaagh! 

GUGUN EKALAYA
(Koordinator Wlingiwood Filmmakers)

Baca

WLINGIWOOD FILMMAKERS GOES TO DEPOK

Alhamdulillah, salah satu film dari Wlingiwood berjudul "SIX PACK" (produksi Prodeopop Creative Services) masuk ke dalam finalis 10 besar lomba film pendek Hari Kesehatan Nasional 2015. Pada tanggal 17 Oktober 2015 kemarin Cak Gugun, Mbeno dan Coklat berangkat ke Kinasih Resort Depok untuk mengikuti workshop film 4 hari bersama Kalyana Shira Films. Depok tuh 1 - 2 jam lah dari Jakarta. Semua akomodasi, transport kereta api eksekutif, tiket pesawat dibayarin penuh lho. Pulang pun masih disangoni sama panitia. Kerennnnn :D

Press conference lah pura-puranya

Now Playing!

Selama 4 hari Wlingiwood Filmmakers berinteraksi bersama para pemateri dan teman-teman finalis lainnya. Tak ketinggalan pula kami ngobrol ama yang punya Kalyana Shira Films yaitu Teh Nia Dinata! bagi kalian yang belum tahu siapa Nia Dinata, googling deh! Dia sutradara perempuan yang sering membuat karya kontroversial. Ternyata Teh Nia Dinata nih orangnya ramah banget euyyy.... you know...kami sering dicuekin di kampung, tapi di sini kami diperlakukan sebagai "sesuwatuhhh" meskipun sebenarnya "kami ini mah apa atuh?"

Latihan Yoga bersama Teh Nia Dinata

Banyak pengalaman yang kami timba di Depok. Selain ngobrol intens dengan Teh Nia, kami juga ngobrol ama Mbak Pritagita Arianegara, dia berpengalaman menjadi asisten sutradara lebih dari 40 film nasional. Antara lain Ayat-Ayat Cinta, Soekarno, Tjokroaminoto dan lain-lain. Wlingiwood belajar manajemen produksi bersama Mbak Prita ini.

Lalu ada Lucky Kuswandi, sutradara yang karyanya masuk ke kancah Cannes Film Festival, Dia mengajar kelas penulisan naskah film. Om Lucky ini selalu kontroversial karena mengangkat masalah LGBT dalam film-filmnya. Dia memberikan ilmu soal membuat karakter film yang nggak lempeng-lempeng aja.

Terus ada Aghi Narottama, komposer musik film yang menggarap banyak film nasional antara lain film Berbagi Suami. Wlingiwood juga berkesempatan ngobrol dengannya. Orangnya rendah hati dan ramah. Lalu ada kelas Casting oleh Om Hagai Pakan, kelas sinematografi sama Bang Mayk Wongkar, kelas publikasi film oleh Adella Fauzi dan tak lupa re-editing yang dipandu Mbak Rininta Agustine. Mbak Rininta ini pernah nggarap post productionnya The Raid loh.

Kak Rinintaaaaa! :D

4 hari di Depok, banyak kesan dan ilmu kami dapat. Setelah ini insyaallah Wlingiwood Filmmakers akan semakin beringas dalam kreativitas. Nantikan yachhh! :)

Oiya...pas berangkat kami ketemu Daredevil
Tak lupa Wlingiwood Filmmakers berterimakasih kepada Ibu A.J. Boesra yang menjadi panitia penyelenggara lomba ini. Beliau bekerjasama dengan Kementrian Kesehatan untuk mewujudkan acara yang asyik ini. Beliaulah yang mengurus kami selama di Depok, sungguh panitia terhebat yang pernah kami jumpai. Makasih Ibu Boesra :)

Bu Boesra panitia paling tangguh, keren dan ramah yang pernah kami jumpai

Hope you all be inspired yo, Cahhhh :)





Alhamdulillah, salah satu film dari Wlingiwood berjudul "SIX PACK" (produksi Prodeopop Creative Services) masuk ke dalam finalis 10 besar lomba film pendek Hari Kesehatan Nasional 2015. Pada tanggal 17 Oktober 2015 kemarin Cak Gugun, Mbeno dan Coklat berangkat ke Kinasih Resort Depok untuk mengikuti workshop film 4 hari bersama Kalyana Shira Films. Depok tuh 1 - 2 jam lah dari Jakarta. Semua akomodasi, transport kereta api eksekutif, tiket pesawat dibayarin penuh lho. Pulang pun masih disangoni sama panitia. Kerennnnn :D

Press conference lah pura-puranya

Now Playing!

Selama 4 hari Wlingiwood Filmmakers berinteraksi bersama para pemateri dan teman-teman finalis lainnya. Tak ketinggalan pula kami ngobrol ama yang punya Kalyana Shira Films yaitu Teh Nia Dinata! bagi kalian yang belum tahu siapa Nia Dinata, googling deh! Dia sutradara perempuan yang sering membuat karya kontroversial. Ternyata Teh Nia Dinata nih orangnya ramah banget euyyy.... you know...kami sering dicuekin di kampung, tapi di sini kami diperlakukan sebagai "sesuwatuhhh" meskipun sebenarnya "kami ini mah apa atuh?"

Latihan Yoga bersama Teh Nia Dinata

Banyak pengalaman yang kami timba di Depok. Selain ngobrol intens dengan Teh Nia, kami juga ngobrol ama Mbak Pritagita Arianegara, dia berpengalaman menjadi asisten sutradara lebih dari 40 film nasional. Antara lain Ayat-Ayat Cinta, Soekarno, Tjokroaminoto dan lain-lain. Wlingiwood belajar manajemen produksi bersama Mbak Prita ini.

Lalu ada Lucky Kuswandi, sutradara yang karyanya masuk ke kancah Cannes Film Festival, Dia mengajar kelas penulisan naskah film. Om Lucky ini selalu kontroversial karena mengangkat masalah LGBT dalam film-filmnya. Dia memberikan ilmu soal membuat karakter film yang nggak lempeng-lempeng aja.

Terus ada Aghi Narottama, komposer musik film yang menggarap banyak film nasional antara lain film Berbagi Suami. Wlingiwood juga berkesempatan ngobrol dengannya. Orangnya rendah hati dan ramah. Lalu ada kelas Casting oleh Om Hagai Pakan, kelas sinematografi sama Bang Mayk Wongkar, kelas publikasi film oleh Adella Fauzi dan tak lupa re-editing yang dipandu Mbak Rininta Agustine. Mbak Rininta ini pernah nggarap post productionnya The Raid loh.

Kak Rinintaaaaa! :D

4 hari di Depok, banyak kesan dan ilmu kami dapat. Setelah ini insyaallah Wlingiwood Filmmakers akan semakin beringas dalam kreativitas. Nantikan yachhh! :)

Oiya...pas berangkat kami ketemu Daredevil
Tak lupa Wlingiwood Filmmakers berterimakasih kepada Ibu A.J. Boesra yang menjadi panitia penyelenggara lomba ini. Beliau bekerjasama dengan Kementrian Kesehatan untuk mewujudkan acara yang asyik ini. Beliaulah yang mengurus kami selama di Depok, sungguh panitia terhebat yang pernah kami jumpai. Makasih Ibu Boesra :)

Bu Boesra panitia paling tangguh, keren dan ramah yang pernah kami jumpai

Hope you all be inspired yo, Cahhhh :)





Baca

PEMENANG FESTIVAL FILM PELAJAR TINGKAT SMA/SMK SE-BLITAR RAYA 2015

Rabu 13 Mei kemarin di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar diadakan pemutaran kecil film-film yang dilombakan pada FESTIVAL FILM PELAJAR TINGKAT SMA/SMK SE-BLITAR RAYA 2015.

Acara dimulai pukul 8 pagi. Juri yang ditunjuk pihak Dinas Pendidikan adalah Wima Bramantya (Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Blitar), Heri Langit (Praktisi Teater) dan Antok Agusta (fotografer dan pemateri perfilman).

Wajah para pembina dan siswa peserta festival setelah mendengar pengumuman pemenang
Juri memutuskan menilai film tidak berdasarkan petunjuk pelaksanaan lomba melainkan berdasarkan nilai potensi dari karya. Tidak seperti rencana sebelumnya yang mana akan ada kategori Sutradara Terbaik, Editor Terbaik, Aktor dan Aktris Terbaik, Naskah Terbaik dan lain-lain, festival ini ternyata hanya memilih 3 Juara. Yang terpilih sebagai juara adalah:

Juara 1 SMA Negeri Srengat (berhak mewakili Kabupaten Blitar mengikuti FLS2N tingkat Jawa Timur)
Juara 2 SMK PGRI Wlingi
Juara 3 SMAN 1 Talun


Rabu 13 Mei kemarin di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar diadakan pemutaran kecil film-film yang dilombakan pada FESTIVAL FILM PELAJAR TINGKAT SMA/SMK SE-BLITAR RAYA 2015.

Acara dimulai pukul 8 pagi. Juri yang ditunjuk pihak Dinas Pendidikan adalah Wima Bramantya (Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Blitar), Heri Langit (Praktisi Teater) dan Antok Agusta (fotografer dan pemateri perfilman).

Wajah para pembina dan siswa peserta festival setelah mendengar pengumuman pemenang
Juri memutuskan menilai film tidak berdasarkan petunjuk pelaksanaan lomba melainkan berdasarkan nilai potensi dari karya. Tidak seperti rencana sebelumnya yang mana akan ada kategori Sutradara Terbaik, Editor Terbaik, Aktor dan Aktris Terbaik, Naskah Terbaik dan lain-lain, festival ini ternyata hanya memilih 3 Juara. Yang terpilih sebagai juara adalah:

Juara 1 SMA Negeri Srengat (berhak mewakili Kabupaten Blitar mengikuti FLS2N tingkat Jawa Timur)
Juara 2 SMK PGRI Wlingi
Juara 3 SMAN 1 Talun


Baca

Festival Film Pelajar Se-Blitar Raya 2015

Pada tanggal 24 April - 7 Mei 2015 ini diadakan Festival Film Pelajar Se-Blitar Raya yang diikuti oleh siswa SMA/SMK di seluruh Kabupaten Blitar. Ini adalah Festival Film pelajar yang pertama diadakan di kabupaten Blitar. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar untuk menjaring bakat-bakat perfilman pelajar. Khusus untuk peserta dari SMA yang mendapat nilai tertinggi maka akan dikirim ke FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) tingkat propinsi. Dari Wlingiwood yang akan berpartisipasi adalah BARA Film dari SMAN 1 Talun dan PICHAMMER Film Club dari SMK PGRI Wlingi.

Acara sosialisasi Festival Film Pendek Pelajar Se-Blitar Raya. Koordinator Johan Argono.


Pada tanggal 24 April - 7 Mei 2015 ini diadakan Festival Film Pelajar Se-Blitar Raya yang diikuti oleh siswa SMA/SMK di seluruh Kabupaten Blitar. Ini adalah Festival Film pelajar yang pertama diadakan di kabupaten Blitar. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar untuk menjaring bakat-bakat perfilman pelajar. Khusus untuk peserta dari SMA yang mendapat nilai tertinggi maka akan dikirim ke FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) tingkat propinsi. Dari Wlingiwood yang akan berpartisipasi adalah BARA Film dari SMAN 1 Talun dan PICHAMMER Film Club dari SMK PGRI Wlingi.

Acara sosialisasi Festival Film Pendek Pelajar Se-Blitar Raya. Koordinator Johan Argono.


Baca

PICHAMMER Film Club, ekskul film di SMK PGRI Wlingi

Bermula dari perjumpaan kadang-kadang antara Pak Juari Wakasek Bidang Kesiswaan SMK PGRI Wlingi dengan orang-orang Wlingiwood Filmmakers tercetuslah keinginan untuk mendirikan sebuah ekskul film di sekolah tersebut. Maka tak perlu nunggu lama lagi, Wlingiwood Filmmakers pun merespon tawaran tersebut. Tepat pada 9 Februari 2015, berdirilah ekskul film di SMK PGRI Wlingi yang dikasih nama PICHAMMER. Entah apa artinya...ntar kalo ketemu anak-anak Pichammer tanyain aja hehehe

Dalam waktu dekat PICHAMMER berencana memproduksi film debut mereka.








Bermula dari perjumpaan kadang-kadang antara Pak Juari Wakasek Bidang Kesiswaan SMK PGRI Wlingi dengan orang-orang Wlingiwood Filmmakers tercetuslah keinginan untuk mendirikan sebuah ekskul film di sekolah tersebut. Maka tak perlu nunggu lama lagi, Wlingiwood Filmmakers pun merespon tawaran tersebut. Tepat pada 9 Februari 2015, berdirilah ekskul film di SMK PGRI Wlingi yang dikasih nama PICHAMMER. Entah apa artinya...ntar kalo ketemu anak-anak Pichammer tanyain aja hehehe

Dalam waktu dekat PICHAMMER berencana memproduksi film debut mereka.








Baca

6 Tahun SAANANE

Gerakan komunal. Dulu istilah inilah yang dingiangkan di kupingku oleh sahabatku Johan Argono, seorang akademisi edukator dari Wlingiwood. Dengan berbasis istilah itulah kami lalu mendirikan komunitas yang kami namakan SAANANE. SAANANE artinya seadanya. Maknanya adalah bahwa kita bisa berkarya tanpa dibatasi oleh kondisi. Itu kami buktikan dengan produksi rutin tiap tahun. Kalau sekarang banyak yang melihat kegiatan film di kota ndeso ini begitu aktif, itu tak lepas dari sanggar kreatif ini.


SAANANE berdiri dengan pemikiran bahwa anak muda perlu mendapat wadah penyaluran bakat dan energi. Saya sendiri orangnya kan gampang prihatinan. Misalnya lihat anak-anak muda nongkrong tanpa kegiatan, vandalis, mulai ngonsumsi narkoba dll. Nah daripada cuman update status mengeluh keadaan (yang mana hanya akan jadi wacana) saya berpikir bahwa mustinya ada yang bisa dilakukan sekecil apapun. Kebetulan di Wlingiwood saat itu belum ada kegiatan yang neko-neko semacam sanggar kreatif.


Berbekal niat sederhana ingin “pecicilan” maka terbentuklah Sanggar SAANANE. Komunitas ini menjadi semacam universitas, padepokan, paguyuban atau apapun selama kita masih bisa “obah” dan “pecicilan”. Entah apa yang sekarang dicapai oleh para warga komunitas ini setelah kemudian terjun di masyarakat, yang jelas kalo saya pribadi bisa bilang….saya sekolah film itu di sini. Gurunya siapa? Ya keadaan, ya permasalahan, ya keterbatasan.















Sanggar SAANANE adalah sebuah embrio dari gerakan kreatif di Wlingiwood. Bagi kami ini adalah gerakan nyata sebagai antitesis “nulis status doang”. Keadaan yang kita keluhkan mungkin sukar diubah, tapi pasti ada satu langkah kecil yang bisa kita lakukan. Wlingiwood itu aslinya cuman ndeso. Rasa-rasanya nyaris mustahil bikin kegiatan film di sini. Lha wong film itu kan hobi mahal…
Tapi kalo nggak dicoba ya gimana kita tahu?

Atau kita tetap saja menyalahkan keadaan?

Happy ambal warso Sanggar SAANANE (sejak 2009)

Sekilas tentang Sanggar SAANANE bisa dibaca di SINI.


Wlingi 1 Mei 2015


Gugun, lulusan SAANANE dan Wong Wlingiwood
Gerakan komunal. Dulu istilah inilah yang dingiangkan di kupingku oleh sahabatku Johan Argono, seorang akademisi edukator dari Wlingiwood. Dengan berbasis istilah itulah kami lalu mendirikan komunitas yang kami namakan SAANANE. SAANANE artinya seadanya. Maknanya adalah bahwa kita bisa berkarya tanpa dibatasi oleh kondisi. Itu kami buktikan dengan produksi rutin tiap tahun. Kalau sekarang banyak yang melihat kegiatan film di kota ndeso ini begitu aktif, itu tak lepas dari sanggar kreatif ini.


SAANANE berdiri dengan pemikiran bahwa anak muda perlu mendapat wadah penyaluran bakat dan energi. Saya sendiri orangnya kan gampang prihatinan. Misalnya lihat anak-anak muda nongkrong tanpa kegiatan, vandalis, mulai ngonsumsi narkoba dll. Nah daripada cuman update status mengeluh keadaan (yang mana hanya akan jadi wacana) saya berpikir bahwa mustinya ada yang bisa dilakukan sekecil apapun. Kebetulan di Wlingiwood saat itu belum ada kegiatan yang neko-neko semacam sanggar kreatif.


Berbekal niat sederhana ingin “pecicilan” maka terbentuklah Sanggar SAANANE. Komunitas ini menjadi semacam universitas, padepokan, paguyuban atau apapun selama kita masih bisa “obah” dan “pecicilan”. Entah apa yang sekarang dicapai oleh para warga komunitas ini setelah kemudian terjun di masyarakat, yang jelas kalo saya pribadi bisa bilang….saya sekolah film itu di sini. Gurunya siapa? Ya keadaan, ya permasalahan, ya keterbatasan.















Sanggar SAANANE adalah sebuah embrio dari gerakan kreatif di Wlingiwood. Bagi kami ini adalah gerakan nyata sebagai antitesis “nulis status doang”. Keadaan yang kita keluhkan mungkin sukar diubah, tapi pasti ada satu langkah kecil yang bisa kita lakukan. Wlingiwood itu aslinya cuman ndeso. Rasa-rasanya nyaris mustahil bikin kegiatan film di sini. Lha wong film itu kan hobi mahal…
Tapi kalo nggak dicoba ya gimana kita tahu?

Atau kita tetap saja menyalahkan keadaan?

Happy ambal warso Sanggar SAANANE (sejak 2009)

Sekilas tentang Sanggar SAANANE bisa dibaca di SINI.


Wlingi 1 Mei 2015


Gugun, lulusan SAANANE dan Wong Wlingiwood
Baca
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011.    WLINGIWOOD - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template supported super blog pedia
Proudly powered by Blogger